ADVERTISEMENT

Polda Banten Gelar Operasi Keselamatan Maung 2024 Selama 2 Pekan, Cek Jadwalnya!

Sabtu, 2 Maret 2024 20:45 WIB

Share
Karo Ops Polda Banten, Kombes Dedy Suhartono menyematkan pin dalam apel gelar pasukan Operasi Kesempatan Maung 2024. (ist)
Karo Ops Polda Banten, Kombes Dedy Suhartono menyematkan pin dalam apel gelar pasukan Operasi Kesempatan Maung 2024. (ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

SERANG, POSKOTA.CO.ID – Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda Banten menggelar Operasi Keselamatan Maung 2024. Operasi keselamatan berlalu lintas ini akan digelar selama 14 hari, dimulai pada Senin 4 Maret 2024.

"Operasi Keselamatan Maung ini diharapkan dapat mewujudkan budaya tertib berlalu lintas guna terciptanya situasi Kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas)," ungkap Karo Ops Kombes Dedy Suhartono, Sabtu (2/3/2024).

Dedy mengatakan apel gelar pasukan dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan personel maupun sarana dan prasarana guna pendukung pelaksanan operasi sehingga berjalan optimal sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

Menurutnya, dalam mengatasi masalah lalu lintas, polisi tidak bisa berdiam diri. Polri wajib melakukan berbagai upaya seperti membina serta memelihara Kamseltibcarlantas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

"Diharapkan jajaran Polantas Polri mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi baik secara taktis, teknis maupun strategi agar potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir sehingga tercipta kamseltibcarlantas yang baik," harap Dedy. 

Menurutnya, dalam mewujudkan Kamseltibcarlintas harus didukung dengan perilaku manusia yang memiliki disiplin yang memadai. Kedisiplinan tersebut dapat dibagun melalui edukasi, sistem pengujian saat membuat Surat Izin Mengemudi (SIM), penegakan hukum, serta tersedianya pendidikan keselamatan berlalu lintas. 

"Permasalahan di bidang lalu lintas bukanlah persoalan sederhana, mulai dari masalah pelanggaran dan kemacetan sampai dengan kecelakaan lalu lintas yang terjadi setiap hari," ucapnya.

Ia juga meminta agar personel kepolisian yang bertugas mencegah pengguna jalan yang melakukan pelanggaran lalu lintas dengan cara humanis. 

"Laksanakan teguran simpati terhadap pelanggar dan laksanakan pendisiplinan kepada pengguna jalan dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE),” tutup Dedy. (haryono)

 

Halaman

ADVERTISEMENT

Reporter: Rahmat Haryono
Editor: Aminudin As
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT