ADVERTISEMENT

Direktur Netgrit Dukung Hak Angket DPR Pemilu 2024: KPU Tidak Mandiri dan Memanipulasi Data

Sabtu, 2 Maret 2024 12:35 WIB

Share
Hadar Nafis Gumay. (ist)
Hadar Nafis Gumay. (ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Direktur Eksekutif Jaringan Demokrasi dan Pemilu Berintegritas (Netgrit), Hadar Nafis Gumay tegas mendukung hak angket yang dilakukan oleh partai politik di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

"DPR harus mengambil langkah tegas untuk menyelidiki KPU dalam Pemilu 2024," kata Hadar, Sabtu (2/3/2024).

Mantan komisioner KPU ini pun mengkritik KPU yang dianggap menjadi salah satu penyebab kekacauan dalam Pemilu 2024, yang dimulai dari kebijakan KPU sebelum Pemilu 2024 dimulai.

Hadar menampik, bahwa masalah Pemilu 2024 hanya terjadi saat verifikasi faktual dan pemungutan suara pada 14 Februari 2024, melainkan terjadi sebelumnya dan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU hanya merupakan ujung dari permasalahan tersebut. 

Hadar menuduh KPU tidak mandiri, memanipulasi data, dan tidak profesional yang mengakibatkan kekacauan dalam Pemilu 2024.

Hadar mendorong audit atas Sirekap, karena menurutnya tidak wajar jika jumlah suara di sebuah TPS melebihi batas maksimal yang ditetapkan dalam UU Pemilu. 

Ia juga mendorong hak angket untuk membenahi persoalan besar pada penyelenggaraan pemilu, seperti politisasi bantuan sosial, cawe-cawe presiden, ketidaknetralan ASN, TNI-Polri. 

Dikatakan, Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih mendorong parpol untuk menggulirkan hak angket kecurangan Pemilu 2024 untuk membenahi persoalan besar pada penyelenggaraan pemilu.

Dia menambahkan, hak angket pernah digulirkan pada Pemilu 2009 untuk menyelidiki persoalan daftar pemilih tetap (DPT). 

Hasilnya, DPR merekomendasikan komisioner KPU diberhentikan dengan cara memperpendek masa jabatan, yang seharusnya berakhir pada Oktober 2012 menjadi April 2012. (Rizal)

ADVERTISEMENT

Reporter: Rizal Siregar
Editor: Firman Wijaksana
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT