ADVERTISEMENT

Indikasi Pemilu Curang Dinilai Sudah Jelas, Buruh Hingga Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Makzulkan Jokowi

Jumat, 1 Maret 2024 17:34 WIB

Share
Sejumlah elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di depam gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, menuntut keadilan terkait indikasi Pemilu curang serta memakzulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (1/3/2024). (Pandi)
Sejumlah elemen masyarakat menggelar unjuk rasa di depam gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, menuntut keadilan terkait indikasi Pemilu curang serta memakzulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (1/3/2024). (Pandi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah elemen masyarakat menggelar unjuk rasa (unras) di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2024).

Unras yang dilakukan elemen masyarakat mulai dari buruh hingga mahasiswa itu menuntut keadilan terkait indikasi pemilu curang.

Pantauan di lokasi, ratusan massa aksi dari buruh hingga mahasiswa tumpah ruah di depan gedung DPR/MPR RI. Bahkan emak-emak ikut mengikuti unras.

Tampak petugas kepolisian melakukan penjagaan ketat di lokasi dengan membuat barikade di dua sisi.

Pasalnya di depan gedung DPR/MPR RI ada dua unras yang dilakukan yakni massa yang pro pemilu curang dan kontra dengan pemilu curang.

Arus lalu lintas mengarah ke DPR/MPR RI tampak ditutup. Sehingga lalin mengarah ke DPR/MPR dialihkan.

Ratusan massa pro pemilu curang menuntut keadilan salah satunya mendukung hak angket yang tengah didorong.

Orator aksi menyampaikan bahwa bahwa tuntutan dalam unras yang digelar hari ini menuntut untuk memakzulkan Presiden Joko Widodo.

"Perjuangan kita di sini tidak peduli siapapun Presidennya baik dari 01, 02, 03, karena itu akan menjadi musuh rakyat jika kebijakannya tidak pro kepada rakyat," kata orator aksi.

"Kita tidak peduli siapa yang menang, tapi kita peduli terhadap pemilu yang adil, jujur," sambung orator.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT