ADVERTISEMENT

Usut Dugaan Penggelembungan Suara di 7 TPS Kota Serang, Bawaslu Sebut Pelaku Bisa Dipenjara 4 Tahun

Kamis, 29 Februari 2024 06:51 WIB

Share
Komisioner Bawaslu Kota Serang, Fierly Mudrlyat Mabrurri (Bilal)
Komisioner Bawaslu Kota Serang, Fierly Mudrlyat Mabrurri (Bilal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Dugaan adanya penggelembungan suara di 7 TPS di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, sedang diusut Bawaslu. Pelaku dapat dipidana paling lama 4 tahun.

Dugaan penggelembungan suara terjadi pada perolehan suara Caleg DPRD Kota Serang dari partai Golkar bernama Ade Suminar untuk. Dari data yang terhimpun pada penghitungan di 14 Februari 2024, pada TPS 01 di C1 plano mendapat 229 suara, namun setelah dihitung ulang di pleno tingkat kecamatan hanya mendapat 130 suara.

Kemudian Di TPS 02 dari perolehan suara 274, Ade hanya mendapat 200 suara pasca dihitung ulang. Selanjutnya di TPS 03 dari 275 menjadi 221 suara.

Lalu pada TPS 04, perolehan suara sebelumnya 155, setelah dihitung ulang hanya 133 suara. Pada TPS 05 dari suara 175 hanya mendapatkan 123 suara.

Komisioner Bawaslu Kota Serang, Fierly Mudrlyat Mabrurri mengatakan, perkara dugaan penggelembungan suara sudah diregister menjadi temuan dan akan dilakukan klarifikasi terhadap oknum yang diduga melakukan pelanggaran.

"Minggu depan dilakukan serangkaian klarifikasi pada pihak diduga tahu dan terlibat aktif dalam proses perhitungan suara DPRD Kota Serang di 14 Februari lalu," katanya, Rabu (28/2/2024).

Menurutnya, dugaan penggelembungan suara dilakukan untuk Caleg DPRD Kota Serang dan pelakunya diduga oleh oknum KPPS. Sebab dari modusnya, surat suara yang dicoblos pemilih, dibacakan menjadi hasil Caleg tertentu.

"Modusnya memang coblosan pemilih terhadap surat suara oleh oknum KPPS itu untuk caleg tertentu, jadi yang ditulis di plano sesuai yang dibacakan, bukan sesuai tanda coblosan pemilih di surat suara," ucapnya.

"Bisa saja dicobloskan surat suara partai nanas dan dibacakan oknum KPPS jadi partai rambutan," tambahnya.

Ia menduga ada keterlibatan pihak lain yang merekayasa penyelenggara Pemilu agar coblosan pemilih dialihkan untuk oknum Caleg tertentu.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT