ADVERTISEMENT

Bekerjasama Dengan Imigrasi, Polri Bekuk Buronan Interpol, WNA Asal Jepang, YY, di Perairan Kota Batam

Kamis, 22 Februari 2024 09:22 WIB

Share
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi A. Chaniago (ist)
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi A. Chaniago (ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID -Polri berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) Interpol (blue notice), berinisial YY, WNA asal Jepang di wilayah perairan Kota Batam.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi A. Chaniago mengatakan, keberhasilan atas penangkapan YY, warga negara Jepang, berkat kerjasama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau, bekerja sama dengan Satuan Polisi Perairan dan Udara Kepolisian Resor Kota Barelang (Satpolairud Polresta Barelang), serta Divisi Hubungan Internasional Markas Besar Kepolisian RI (Divhubinter Mabes Polri).

Dikatakan Erdi, penangkapan itu berawal saat petugas melakukan patroli di perairan Pulau Bulan, Kecamatan Bulang, Kota Batam, pada Rabu (31/1/2024) lalu. 

"Kronologi penangkapan WN Jepang berinisial YY yaitu berawal saat personel Satpolairud Polresta Barelang melakukan patroli di Perairan Perairan Pulau Bulan Kecamatan Bulang, Kota Batam pada 31 Januari 2024," ujar Erdi dalam keterangan resminya, Rabu (21/2/2023) malam.

Menurut Erdi, adapun temuan pada patroli yakni satu kapal boat memuat 7 (tujuh) orang dengan keterangan identitas yaitu satu orang pria sebagai Tekong, satu orang pria sebagai ABK, dan lima orang penumpang yang terdiri atas satu orang pria berkewarganegaraan asing (WNA), dua orang pria dan dua orang wanita yang merupakan WNI.

"Setelah dilakukan interogasi mendalam di perairan, ditemukan dugaan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural menuju negara Malaysia terhadap empat orang penumpang WNI tersebut," tambahnya.

Dengan demikian, lanjut Erdi, atas dugaan terjadinya perlintasan keluar wilayah Indonesia secara ilegal, seluruh penumpang termasuk Tekong dan ABK dibawa ke Kantor Satpolairud Polresta Barelang, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Satpolairud Polresta Barelang juga menemukan hasil pemeriksaan terhadap satu orang penumpang pria WNA, bahwa yang bersangkutan tidak memiliki kartu identitas dan dokumen penting lainnya," tuturnya.

Selain itu, pada 2 Februari 2024, telah dilakukan serah terima tahanan satu orang WNA oleh Satpolairud Polresta Barelang kepada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan kerjasama antara Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau dan Satuan Polisi Perairan dan Udara Kepolisian Resor Kota Barelang (Satpolairud Polresta Barelang), tahanan deteni WNA tersebut pertama kali mengakui bahwa yang bersangkutan bernama Hajime Hatanaka, dan lahir di kota Nagoya, Jepang, pada tanggal 15 Maret 1984, dengan nomor paspor MU9811812.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT