Donald Trump Kembali Puji Para Pemimpin Diktator dan Menentang Imigran, Kritikus Tuai Kecaman Keras

Senin 18 Des 2023, 12:50 WIB
Donald Trump Kembali Puji Para Pemimpin Diktator dan Menentang Imigran, Kritikus Tuai Kecaman Keras. (ist)

Donald Trump Kembali Puji Para Pemimpin Diktator dan Menentang Imigran, Kritikus Tuai Kecaman Keras. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali memuji para pemimpin diktator dan menentang imigran dalam pernyataannya pada rapat umum terakhirnya di New Hampshire, AS, Sabtu (16/12/2023).

Mengutip ABC News, para kritikus mengecam pernyataan tersebut dengan mengatakan, sentimen anti-imigran Donald Trump sama dengan Adolf Hitler. 

"Mereka meracuni darah negara kita. Itulah yang telah mereka lakukan. Mereka datang ke negara kita dari Afrika, Asia, seluruh dunia. Mereka mengalir ke negara kita," ujar Trump dalam rapat yang diselanggarakanpada Sabtu, dikutip dari ABC News, Senin (18/12/2023).

Trump telah berulang kali menggunakan ungkapan 'meracuni darah' ketika berbicara tentang beberapa imigran sepanjang siklus kampanye 2024. Sederet kritikus mengatakan, ungkapan itu digunakan oleh kelompok supermasi kulit putih dan Hitler.

Kemudian, Trump memuji para pemimpin otoriter termasuk Viktor Orban dari Hongaria, Xi Jinping dari Tiongkok, dan Kim Jong Un dari Korea Utara. Lalu, ia menyebut bahwa Presiden AS Joe Biden sebagai ancaman terhadap demokrasi.

"Dia bertaruh dia bisa memenangkan pemilu ini dengan menakut-nakuti dan memecah belah negara ini. Dia salah," kata juru bicara kampanye Biden, Ammar Moussa, dalam sebuah pernyataan. 

“Pada tahun 2020, warga Amerika memilih visi harapan dan persatuan Presiden Biden dibandingkan visi Trump mengenai ketakutan dan perpecahan," lanjutnya.

Selain itu, Trump juga menyebut upaya Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mendiskreditkan dakwaan pidana terhadapnya.

Kandidat presiden dari Partai Republik Chris Christie, yang menjadi kritikus vokal terhadap Trump yang mencalonkan diri melawannya dalam pemilu tahun 2024, mengkritik pidato terbaru Trump dalam sebuah wawancara, Minggu (18/12/2023).

Christie juga  memperluas kritiknya kepada anggota Partai Republik lainnya seperti sesama kandidat tahun 2024 Nikki Haley, yang menurutnya tidak berbuat cukup banyak untuk membuat Trump keluar dari jabatannya.

“Donald Trump menyadari bahwa temboknya semakin tertutup, dan dia menjadi semakin gila, dan sekarang dia mengutip Vladimir Putin sebagai saksi karakter, seorang pria yang merupakan penjahat pembunuh di seluruh dunia,” kata Christie di acara “State of the Union” di CNN.

Berita Terkait
News Update