Tahanan Wanita Kabur! Kalapas Kelas IIA Tangerang: Ada Gangguan Psikis

Jumat, 8 Desember 2023 13:04 WIB

Share
Ilustrasi Penjara. (ist)
Ilustrasi Penjara. (ist)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Tangerang, Yekti Apriyanti menyebutkan bahwa tahanan berinisial N yang kabur mengalami sedikit gangguan psikis atau kejiwaan.

Hal tersebut diungkapkan Yekti setelah mendapatkan laporan dari tahanan blok hunian yang ditempati N.

"Berdasarkan beberapa laporan teman blok hunian menyatakan bahwa psikis daripada tahanan N tersebut sedikit terganggu dan tidak mau bersosialisasi," katanya, Jumat (8/12/2023).

Yekti menjelaskan kejadian kaburnya tahanan berinisial N penghuni Blok Teratai (tahanan) berawal dari laporan penjaga lapas pada Rabu (6/12/2023) sekira pukul 12.30 WIB. 

“Diperkirakan terjadi pada pukul 12.00 WIB,” katanya.

Sebagai bentuk koordinasi dengan Aparatur Penegak Hukum (APH), Lapas Kelas IIA Tangerang sudah berupaya melakukan sinergi dengan pihak penahan dari tahanan N yaitu Polsek Karawaci dan bersama-sama berupaya untuk mencari tahanan N tersebut.  

Sebagai tindak lanjut, Kalapas sudah membentuk tim untuk pencarian yaitu seluruh petugas yang juga sudah berupaya serentak melakukan pencarian ke beberapa tempat yang berkaitan dengan informasi tahanan tersebut. 

“Saya pastikan seluruh proses pencarian berjalan intensif dan tidak henti untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan pimpinan serta Aparatur Penegek Hukum lainnya. Apabila pencarian berhasil, maka kami akan melakukan sikap tegas sesuai dengan ketentuan pengamanan dalam Lapas/Rutan seperti ditempatkan pada tempat khusus yang mudah dalam pengawasan,” ungkapnya. 

Terkait dengan kondisi psikis N, Yekti akan memberikan pendampingan khusus bila nantinya N sudah ditemukan.

“Kami sepenuhnya akan berkomitmen memberikan pelayanan kepada Warga Binaan khususnya Tahanan N apabila sudah ditemukan kembali seperti melakukan assesment dengan pendampingan psikolog. Kami juga tetap akan waspada serta meningkatkan 3 + 1 Kunci Pemasyarakatan agar kejadian ini tidak dapat terulang kembali,” pungkasnya. (Veronica Prasetio) 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar