Dilantik Presiden, Kepala BNN Lanjutkan Program Pencegahan Peredaran Narkotika

Jumat, 8 Desember 2023 14:40 WIB

Share
Teks Foto: Irjen Pol Marthinus Hukom saat dilantik jadi kepala BNN. (biro pers)
Teks Foto: Irjen Pol Marthinus Hukom saat dilantik jadi kepala BNN. (biro pers)

JAKARTA,POSKOTA.CO.ID - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Marthinus Hukom berjanji akan melanjutkan program-program kerja pimpinan BNN sebelumnya dan melakukan inovasi untuk mencegah peredaran narkotika di Tanah Air.

Itu disampaikan Marthinus usai dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala BNPB di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/12/2023).

Ia menjabat menggantikan Petrus Golose yang memasuki masa pensiun.

"Mengevaluasi apa yang sudah dilakukan oleh senior kami, jika itu adalah hal yang baik kita akan lanjutkan dan mungkin ada perlu penambahan kita akan melakukan suatu inovasi-inovasi untuk melakukan menetralisir semua peredaran narkotika di Indonesia," ujar Marthinus.

Pelantikan Kepala BNN dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 182/TPA Tahun 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Badan Narkotika Nasional.

Dalam sumpahnya, Marthinus mengatakan, "Saya berjanji bahwa saya akan setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Presiden Jokowi mendiktekan sumpah jabatan.

Diketahui, Marthinus merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan tahun 1991.

Sebelum dilantik sebagai Kepala BNN, Marthinus menjabat sebagai Kepala Detasemen Khusus (Kadensus) 88 Antiteror (AT) Polri.

Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo untuk kemudian diikuti oleh para tamu undangan yang hadir. 

Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut antara lain Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo, Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin, Ketua Komisi Yudisial Amzulian Rifai, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Jaksa Agung St. Burhanuddin. (johara)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar