Sejumlah Tokoh Lintas Agama Serukan Pemilu Damai, Jurdil dan Bermartabat

Rabu, 6 Desember 2023 17:17 WIB

Share
Wakil Ketum MUI KH Marsyudi Syuhud bersama tokoh agama keluarkan pernyataan sikap. (johara)
Wakil Ketum MUI KH Marsyudi Syuhud bersama tokoh agama keluarkan pernyataan sikap. (johara)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Forum Peduli Indonesia Damai (FPID) mendesak terselenggaranya Pemilihan Umum (Pemilu) tepat waktu, aman, damai, jujur, adil, bebas, rahasia, transparan dan bermartabat. Demikian seruan FPID yang disampaikan dari Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (6/12/2023). 

Acara itu dihadiri Dr. KH. Marsyudi Syuhud (Pimpinan Agama Islam), Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (Pimpinan Agama Hindu), Prof. Dr. KH. Abdul Mu’ti (Pimpinan Agama Islam), Prof. Philip K. Wijaya (Pimpinan Agama Buddha), Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo (Pimpinan Agama Katolik), Xs. Budi S. Tanuwibowo (Pimpinan Agama Khonghucu), Pdt. Gomar Gultom (Pimpinan Agama Kristen), dan Sri Eko Sriyanto Galgendu (Pimpinan Spiritual Nusantara).

Pernyataan sikap FPID dibacakan secara bergantian oleh para tokoh agama. Mereka mendesak terwujudnya netralitas penyelenggara Pemilu, netralitas aparatur negara, netralitas aparatur pemerintah dan netralitas aparatur desa/Kelurahan dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden dan Pemilihan Legislatif.

 

Para tokoh agama itu menjaga dan mewujudkan stabilitas sosial, stabilitas politik dan stabilitas keamanan nasional, serta menghentikan, mencegah dan menghindari berbagai upaya adu domba, penyebarluasan berita bohong (hoax) yang berpotensi memecah-belah bangsa dan menghentikan aktivitas dan skenario konflik sosial dan konflik politik yang bisa mengarah pada situasi destruktif dan chaos.

Mereka mendesak membangun kesiapsiagaan nasional untuk mewaspadai berbagai kemungkinan turbulensi politik dan berbagai ancaman, tantangan, gangguan dan hambatan keamanan, yang berbahaya dan merugikan kepentingan Nasional.

Mendesak pemulihan rasa keadilan untuk rakyat, membersihkan imstitusi Penegak hukum dari unsur KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), serta melakukan pengawalan berbagai upaya penegakan hukum, sesuai dengan amanat perundang undangan dan hati nurani rakyat.

 

FPID juga mendorong terwujudnya “Rekonsiliasi Nasional” dan keakraban diantara para pemimpin nangsa, pemimpin agama dan para pemimpin politik untuk menyelamatkan kehidupan bangsa, kehidupan demokrasi yang beretika.

Menyerukan kepada semua Warga bangsa untuk menggelorakan doa dan menggerakkan kekuatan spiritual demi dan untuk keselamatan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.

Halaman
Reporter: Agus Johara
Editor: Deny Zainuddin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar