Marsyudi Sebut Para Tokoh Agama Sudah Melihat Ada Benih-benih Masalah Keumatan Jelang Pemilu

Rabu, 6 Desember 2023 18:26 WIB

Share
KH Marsyudi Syuhud bersama tokoh agama saat menyampaikan pernyataan sikap. (johara)
KH Marsyudi Syuhud bersama tokoh agama saat menyampaikan pernyataan sikap. (johara)

JAKARTA,POSKOTA.CO.ID - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsyudi Syuhud mengakui sudah ada di depan mata benih-benih masalah keumatan menjelang Pemilu 2024.

"Masalah keumatan itu contohnya peristiwa di Bitung," kata Marsyudi saat memberikan keterangan usai menyampaikan pernyataan sikap dari para tokoh yang tergabung dalam Forum Peduli Indonesia Damai, di Gereja Katedral,  Jakarta, Rabu (6/12/2023).

"Hari ini (Rabu, 6/12) para tokoh agama berkumpul menyerukan Indonesia Damai, karena  kita melihat di depan mata sudah ada  benih-benih masalah umat," utara Marsyudi.

Marsyudi menjelaskan pertemuan para tokoh agama berkumpul bukan karena ada Pemilu, tapi karena adanya kehidupan sosial, berbangsa,  bernegara dan bermasyarakat ini banyak macam  problem kehidupan.

Menurutnya, para tokoh agama jangan sampai problem kehidupan tadi mencuat menjadi problem bangsa kita. 

"Jadi melalui forum (pertemuan) ini kita mengharapkan kalau ada persoalan dengan memberikan ruang dialog, diskusi dan tukar informasi, tabayyun, ada ruang klarifikasi," tandasnya.

"Jangan ujung-ujung berantem, harus ada ruang untuK saling memaafkan. Ruang maaf bisa terjadi kalau ada dialog tadi," sambungnya.

Sebab Itu, lanjutnya, pimpinan semua tokoh agama di Indonesia agar kepada masyarakat dan umatnya menjaga hal yang kita inginkan, kita pro aktif  untuk menyuarakan suara damai ini.

"Insyaallah kita ada program pertemuan kembali dengan para tokoh agama, nanti pertemuan di Gedung MUI, lalu di tempat tokoh agama lain, dilakukan bergiliran," utaranya.

Selain itu, Marsyudi mengharapkan juga ada  semacam pertemuan ini tidak hanya di pusat tapi juga sampai ke daerah hingga tingkat kecamatan, sehingga kalau ada masalah umat langsung bisa ditangani bersama. (johara)
 

Reporter: Agus Johara
Editor: Fernando Toga
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar