Apa Dampak Letusan Gunung Merapi Terhadap Penerbangan? Simak Penjelasan BMKG

Rabu, 6 Desember 2023 14:26 WIB

Share
Gunung merapi yang sedang meletus ilustrasi. (ist)
Gunung merapi yang sedang meletus ilustrasi. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Bencana alam Erupsi Gunung Merapi, Sumatera Barat terjadi pada 3 Desember 2023.

Dikutip Poskota.co.id dari website resmi BMKG www.bmkg.go.id, erupsi Gunung Merapi memiliki dampak yang signifikan bagi dunia penerbangan. 

Menurut Guswanti, Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), semburan abu vulkanik mencapai ketinggian 5.891 Mdpl.

"Kondisi ini menyebabkan kode warna penerbangan menjadi merah. Abu vulkanik bergerak ke arah utara hingga barat dengan warna abu-abu dengan hingga hitam dan intensitas pekat," kata Guswanto di Jakarta, Selasa (5/12). 

 

Sementara itu, menurut Darwin, Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), berdasarkan pengamatan citra satelit cuaca dan model langsung mengeluarkan Volcanic Ash Advisory VAA berupa poligon potensi area terdampak abu vulkanik. 

Selanjutnya, sebagai panduan bagi penerbangan yang melewati daerah terdampak, BMKG menerbitkan SIGMET melalui Meteorological Watch Office (MWO) Jakarta berdasarkan VAA.

Penentuan jalur lalu lintas penerbangan merupakan tanggung jawab otoritas penerbangan dan Air Traffic Controller (ATC). 

BMKG selalu memperbaharui informasi tersebut melalui beberapa laporan, seperti SIGMET WV, Aerodrome Warning, dan Metar. 

Hal tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan di sepanjang jalur penerbangan yang berpotensi terdampak letusan Gunung Berapi.

Halaman
Reporter: Resi Siti Jubaedah
Editor: Resi Siti Jubaedah
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar