BPBD Purwakarta Usulkan Pencoblosan Pemilu Dilakukan di Indoor karena Cuaca Ektrem

Selasa, 5 Desember 2023 20:49 WIB

Share
Kepala BPBD Purwakarta Heriyadi Erlan. (dadan)
Kepala BPBD Purwakarta Heriyadi Erlan. (dadan)

PURWAKARTA, POSKOTA.CO.ID  –   Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta mengusulkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat agar pelaksanaan pencoblosan pada Pemilu 14 Februari 2024 dilakukan di dalam ruangan (indoor).

"Mencermati cuaca ekstrem belakangan ini ditandai turunnya curah hujan intensitas tinggi bahkan Pj Gubernur Jawa Barat menyatakan kondisi siaga darurat bencana Jabar dari Desember hingga Mei 2024, maka kami mengusulkan pencoblosan dilakukan di indoor saja," saran Kepala BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan kemarin.

Abah Erlan, begitu sapaan akrab Kepala BPBD itu menambahkan  terkait bencana alam ini sudah sulit diprediksi. Meski demikian, Abah Erlan mengajak semua pihak tetap siaga dan mewaspadai terhadap beberapa kemungkinan yang bisa muncul dimasa yang akan datang.

"Sekalipun bencana alam tidak lihat tanggal dan tidak pernah kompromi akan datangnya pada waktu kapan," selorohnya.

Berbicara dihadapan perwakilan parpol peserta pemilu dan Ketua KPU Purwakarta Dian Herdiana serta Sekjen KIPP Kaka Suminta pada kegiatan Rakor yang diselenggarakan Bawaslu Purwakarta, Erlan juga mengajak  penanggulangan bencana menjadi urusan bersama.

"Kami merasa terbantu, bila parpol juga menurunkan relawan relawannya untuk bersama sama menanggulangi bencana," ujar dia.

Ikhwal usulan BPBD pencoblosan pemilu dilakukan di indoor ini kemungkinan  sulit terealisasikan. 

Sumber Poskota  di KPU Purwakarta mengungkapkan bahwa pelaksanaan pencoblosan di luar ruangan atau secara outdoor merupakan amanat undang undang. "Ada aturannya lho, kenapa diluar ruangan agar bisa disaksikan oleh  masyarakat dan saksi parpol peserta pemilu," terangnya.

Kalau di indoor, kata dia, masyarakat dan saksi parpol tidak bisa menyaksikan tahapan pencoblosan karena terhalang dinding. "Narasinya kan pemilu yang luber, langsung umum bebas rahasia. Kalau di indoor jadinya terkesan tertutup," katanya lagi.

Hanya saja, lanjut dia, bisa juga di indoor bersifat situasional dengan memerhatikan fasilitas disekitarnya yang bisa dipergunakan. "Misal menggunakan gedung sekolah, bisa bisa saja, dengan catatan ruangannya besar, sehingga memudahkan para saksi mengikuti jalannya tahapan pencoblosan di TPS," pungkasnya. (dadan)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar