Penyanyi Nayunda Nabila Mangkir Dari Panggilan KPK

Kamis, 30 November 2023 18:36 WIB

Share
Ilustrasi KPK. (ist)
Ilustrasi KPK. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang menyeret eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Pengusutan tersebut salah satunya dengan memanggil penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Nayunda Nabila Nizrinah, sayangnya penyanyi tersebut mangkir dari panggilan KPK.

Kepala bagian (Kabag) Pemberitaan KPK, Ali Fikri menyebutkan Nayunda Nabila belum memenuhi panggilan tersebut.

"Tadi kami cek memang belum hadir. Nanti kami update kembali. Memang belum hadir hari ini, tapi betul ada panggilan," ujar Ali dalam keterangannya, Kamis, (30/11/2023).

Ali belum bersedia menjelaskan materi apa saja yang akan ditanyakan kepada Nayunda Nabila. Sehingga belum bisa diketahui apa kaitan penyanyi dangdut asal Makassar itu dengan kasus dugaan korupsi SYL.

Selain Nayunda Nabila, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa lima saksi lainnya, yakni Panji Harjanto (Adc Menteri Pertanian), Ismail Wahab (Direktur Serelia), Fajar Noviandra (swasta), Adam Sediyoadi Putra (Direktur PT Centra Biotech Indonesia), dan Nur Habibah Al Majid (swasta).

KPK resmi mengumumkan status mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi berupa pemerasan dalam jabatan dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Selain Syahrul Yasin Limpo, KPK juga menjerat dua anak buah Syahrul Yasin Limpo, mereka yakni Sekjen Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan Muhammad Hatta.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menjelaskan, awal mula kasus ini saat Syahrul Yasin Limpo menduduki jabatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengangkat kedua anak buahnya itu menjadi bawahannya di Kementan. Kemudian Syahrul Yasin Limpo membuat kebijakan yang berujung pemerasan dalam jabatan.

"SYL kemudian membuat kebijakan personal kaitan adanya pungutan maupun setoran di antaranya dari ASN internal Kementan untuk memenuhi kebutuhan pribadi termasuk keluarga intinya," ujar Johanis.

Halaman
Reporter: Wanto
Editor: Fernando Toga
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar