Wabah Pheunomia Muncul di China, Rumah Sakit dan Klinik Perpanjang Jam Pelayanan

Selasa, 28 November 2023 17:11 WIB

Share
Wabah pheunomia atau penyakit paru-paru serang anak-anak di China, WHO lakukan penelitian. (Ist)
Wabah pheunomia atau penyakit paru-paru serang anak-anak di China, WHO lakukan penelitian. (Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID -  China kembali bikin geger, dimana sejak pekan lalu Negeri Tirai Bambu mengalami lonjakan penyakit pernapasan dan pneumonia pada anak-anak.

Pihak berwenang China pada Jumat lalu dilaporkan telah menyerukan kewaspadaan atas lonjakan penyakit pernapasan yang membuat kewalahan fasilitas layanan kesehatan di bagian utara negara itu. 

Meski begitu, otoritas menyebut ada jaminan bahwa tidak ada "patogen yang tidak biasa atau baru" yang terdeteksi.

Kementerian Kesehatan China pada Minggu, (26/11/2023) mendesak pemerintah setempat untuk memperbanyak jumlah klinik pemeriksaan demam. Hal tersebut menyusul munculnya lonjakan kasus penyakit pernapasan yang menyerang anak-anak. 

 

Lonjakan penyakit pernapasan menjadi masalah serius di tingkat global pada pekan lalu. Terutama ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta informasi lebih lanjut kepada China mengenai kasus pneumonia yang tidak terdiagnosis pada anak-anak. Pneumonia sendiri adalah radang paru-paru karena infeksi yang salah satu gejalanya adalah sesak napas.

Juru bicara Komisi Kesehatan Nasional Mi Feng mengatakan pada Minggu bahwa lonjakan penyakit pernapasan akut tersebut dipicu oleh peredaran beberapa jenis patogen secara bersamaan, yang paling menonjol adalah influenza.

"Upaya harus dilakukan untuk meningkatkan jumlah klinik dan area perawatan yang relevan, memperpanjang jam layanan secara tepat dan memperkuat jaminan pasokan obat-obatan," kata Mi, Minggu (26/11/2023).

 

"Penting untuk melakukan pekerjaan yang baik dalam pencegahan dan pengendalian epidemi di tempat-tempat ramai seperti sekolah, lembaga penitipan anak dan panti jompo, dan untuk mengurangi arus orang dan kunjungan," tambahnya.

Halaman
Reporter: Rizal Siregar
Editor: Deny Zainuddin
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar