Masuki Musim Pancaroba Tahun Ini, Perumda Air Minum Kabupaten Bogor Ambil Langkah Mitigasi

Senin, 27 November 2023 12:50 WIB

Share
BPBD Kabupaten Bogor. (ist)
BPBD Kabupaten Bogor. (ist)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - BMKG memprediksi masa peralihan musim dari penghujan ke kemarau akan terjadi di bulan November 2023, hal tersebut pun ditandai dengan curah hujan yang kembali berangsur normal. 

Direktur Umum Abdul Somad menjelaskan, sejak awal November lalu curah hujan mulai kembali normal sehingga debit sungai dan mata air mulai kembali normal.

Namun, kata Abdul Somad, musim pancaroba seringkali ditandai dengan keadaan cuaca yang tidak menentu disertai angin kencang dan curah hujan tinggi.

Tentunya hal tersebut dapat mengganggu proses pengolahan air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) apabila terjadi banjir dan kekeruhan tinggi sehingga proses produksi air bersih tidak berjalan maksimal.

Sedangkan di beberapa wilayah rawan bencana, lanjut Somad, berisiko terjadi putusnya jaringan pipa air distribusi karena longsor yang berakibat pelayanan air bersih untuk pelanggan terganggu.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan telah melakukan mitigasi bencana untuk mencegah kerugian yang lebih besar baik dengan antisipasi jangka pendek maupun jangka menengah. 

Untuk jangka pendek, kata Somad, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan memastikan ketersediaan stok pompa, genset, perpipaan, bahan kimia yang sesuai dengan kondisi kekeruhan air baku sungai dan menyiagakan 11 unit mobil tangki apabila terjadi gangguan pengaliran.

Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan telah bekerjasama dengan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) untuk mendapatkan infomasi keadaan debit air di hulu sungai untuk antisipasi awal dan informasi cemaran limbah di sungai tersebut yang nantinya akan dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor untuk dilakukan penindakan.

Sedangkan untuk antisipasi jangka menengah, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan melakukan kerjasama dengan pihak swasta dalam hal peningkatan teknologi pengolahan air sekaligus untuk menjawab tantangan risiko krisis atas air di saat kondisi musim ekstrim.

Selain mitigasi bencana yang dilakukan oleh Perumda Air Minum Tirta Kahuripan diperlukan juga keterlibatan pelanggan untuk menjaga ketersediaan air di rumah dan peran masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai sebagai sumber air baku. 

Halaman
Reporter: Panca Aji
Editor: Sumiyati
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar