Anggota DPR RI Ade Rosi Khoirunisa Terpukul, Kasus Kekerasan Seksual di Pandeglang Tinggi

Jumat, 8 September 2023 10:33 WIB

Share
Anggota DPR RI, Ade Rosi Khoirunisa. (Foto: Ist).
Anggota DPR RI, Ade Rosi Khoirunisa. (Foto: Ist).

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID – Selama tahun 2023 ini, kasus kekerasan seksual yang terjadi di wilayah Pandeglang cukup tinggi, melihat banyaknya kasus tersebut, anggota DPR RI Ade Rosi Khoirunisa dari Fraksi Golkar merasa terpukul dan sedih.

"Kami merasa sangat terpukul dan sedih, setiap melihat berita-berita bahwa masih banyak perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dan kejahatan seksual yang terjadi di wilayah Pandeglang dan Lebak," ungkap Ade Rosi Khoirunisa di Pandeglang, Jum'at (8/9/2023).

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) itu juga mengaku, dengan banyaknya kasus kekerasan seksual tersebut, tentunya membuat dirinya harus segera menggencarkan sosialisasi pencegahan secara masif.

"Untuk itu, kami harus turun langsung ke lingkungan masyarakat untuk sosialisasikan guna menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta kejahatan seksual," katanya.

Dalam upaya pencegahan terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, itu sebetulnya bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi semua elemen masyarakat juga harus punya peran.

"Dan kami juga berharap bagi lembaga atau organisasi-organisasi yang memang fokus terhadap penanganan kasus ini, untuk terus melakukan pendampingan terhadap korbannya," harapnya.

Menurutnya, terkadang masyarakat masih banyak yang merasa canggung, malu, aib apabila kasus tersebut dilaporkan. Maka dari itu, masyarakat harus terus diberikan pemahaman apa itu kekerasan terhadap perempuan dan anak dan bagaimana sanksinya bagi pelaku kejahatan tersebut.

"Untuk itu, semua harus berperan dan aparat penegak hukum juga harus tegas terhadap pelaku sesuai Undang-undang yang berlaku," tuturnya.

Sebelumnya, pihak Kepolisian Polres Pandeglang telah mencatat untuk kasus kekerasan dan kejahatan seksual di Pandeglang yang telah ditangani selama 8 bulan di tahun 2023 ini ada sebanyak 56 kasus.

Dari jumlah sebanyak itu, kasus yang paling dominan yaitu kasus pencabulan. Dan di tahun ini, kasus tersebut lebih tinggi dibanding dengan tahun sebelumnya. (Samsul Fatoni).

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar