BI Canangkan Penggunaan QRIS di Mall Lippo Plaza Kramat Jati

Minggu 30 Jul 2023, 20:28 WIB
Bank Indoenesia (BI) mencanangkan penggunaan Qris di Mall Lippo Plaza Kramat Jati. .(Ist)

Bank Indoenesia (BI) mencanangkan penggunaan Qris di Mall Lippo Plaza Kramat Jati. .(Ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Bank Indonesia terus Mengakselerasi Digitalisasi Sistem Pembayaran Melalui Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Penyelenggaraaan Bank Indonesia Fast Payment (BI-Fast) dan Kartu Kredit Indonesia (KKI). 

Dalam rangka mendukung implementasi kebijakan digitalisasi sistem pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan ”Pencanangan Penggunaan QRIS di Lippo Plaza Kramat Jati Dan Diseminasi Digital Payment & Kartu Kredit Indonesia” pada tanggal 30 Juli 2023.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Bapak Dicky Kartikoyono, menyampaikan bahwa dalam mengakselerasi digitalisasi pembayaran Sebagai implementasi Blue Print Sistem Pembayaran (BSPI) 2025, terdapat 3 (tiga) milestone utama BSPI 2025 sejak diluncurkan yaitu: (i) reformasi pengaturan, (ii) pengembangan infrastruktur dan instrumen SP Ritel melalui BI-FAST dan Kartu Kredit Indonesia, serta (iii) Standarisasi Sistem Pembayaran melalui Standar Nasional Open API Pembayaran atau SNAP dan QRIS. 

Terkait Kebijakan sistem pembayaran, saat ini Bank Indonesia fokus pada Stabilisasi, Inklusi dan Pertumbuhan. Biaya merchant discount rate (MDR) QRIS yang dikenakan PJP kepada merchant ditetapkan dalam kisaran 0-0,7% sesuai dengan kategori merchant. 

Penyesuaian besaran MDR untuk pelaku usaha mikro dikenakan 0% untuk nominal transaksi sampai dengan Rp100 ribu dan 0,3% untuk nominal transaksi di atas Rp100 ribu. MDR QRIS ini telah dilaunching sejak 1 Juli 2023 dan ditargetkan dapat diimplentasi secara menyeluruh selambat-lambatnya 30 November 2023 sesuai kesiapan sistem industri. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Ibu Arlyana Abubakar, menyampaikan bahwa dalam rangka merespon besarnya potensi Ekonomi Digital Indonesia dan mendukung implementasi BSPI 2025, KPw BI Prov. DKI Jakarta bersama dengan seluruh unsur PENTA HELIX di wilayah DKI Jakarta turut mendukung implementasi BSPI 2025. 

Upaya ini dilakukan dalam rangka konsistensi penguatan ekosistem dan implementasi kebijakan sistem pembayaran pada 1) Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) termasuk implementasi Kartu Kredit Indonesia di Wilayah DKI Jakarta, 2) Elektronifikasi Transportasi, 3) Elektronifikasi Bantuan Sosial dan 4) Elektronifikasi SP Ritel lain seperti Destinasi Wisata dan Implementasi QRIS pada UMKM, Pasar dan Pusat Perbelanjaan.

Pengguna dan Transaksi QRIS di DKI Jakarta tumbuh signifikan sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat untuk bertransaksi secara digital dan terselenggaranya secara masif event-event di Provinsi DKI Jakarta. Pada bulan Juni 2023, total pengguna QRIS di DKI Jakarta mencapai lebih dari 5,1 juta  , meningkat 21% secara YoY. 

Dari sisi jumlah merchant QRIS saat ini telah terdapat 4,7 juta merchant QRIS di DKI Jakarta. Adapun kontribusi QRIS berdasarkan wilayah, yaitu Pertama - Jakarta Selatan 2.127.700 (45%), Kedua – Jakarta Timur 838.569  (18%), Ketiga - Jakarta Pusat 741.719 (16%), Keempat - Jakarta Barat 607.689 (13%) dan Kelima - Kepulauan Seribu 2.759 (0,1%).

Mengkhusus pada wilayah Jakarta Timur, dukungan penuh juga disampaikan oleh Wakil Walikota Jakarta Timur  Ibu Iin Mutmainnah, S.SoS, M.Si. 
Menurut Wakil Walikota Jakarta Timur, penggunaan QRIS menjadi trend positif untuk pelaku UMKM dan pengguna di wilayah Jakarta Timur. Pada Program Jakpreneur, melalui kegiatan bazzar UMKM & festival di wilayah Jakarta Timur, QRIS digunakan sebagai kanal pembayaran. 

Pada kegiatan tersebut turut pula hadir oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Wakil Walikota Jakarta Timur, Pimpinan Kantor Perwakilan OJK Jakarta&Banten, Penyedia Jasa Pembayaran Bank dan Non Bank, ketua Asosiasi dan Himpunan. (Ril)
 

Berita Terkait

News Update