Kini Blok G pun kembali menjadi bangunan 'berhantu' setelah ditinggalkan para pedagangnya.
Bahkan, beberapa kios-kios yang kosong pun berahli fungsi mejadi tempat pakai narkoba dan nongkrong preman.
Hal itu berdasarkan adanya temuan sejumlah botol bong atau alat penghisap sabu di lokasi, belakangan ini.
Menjadi hal penting, bahwa relokasi pedagang kaki lima tak melulu sebatas memindahkan dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk keindahan atau kenyamanan satu lokasi.
Namun, perlunya juga faktor lainnya seperti fasilitas maupun sarana penunjang bagi pengunjung ke tempat relokasi serta adanya pembinaan bagi pedagang secara berkesinambungan.
Dan bukan sekedar program sesaat pemangku jabatan!. (**)