Vonis Prematur JIS Tak Berstandar FIFA

Jumat 07 Jul 2023, 07:00 WIB
Jakarta Internasional Stadium (JIS). (dok poskota)

Jakarta Internasional Stadium (JIS). (dok poskota)

JAKARTA International Stadium (JIS), mahakarya hasil karya anak-anak bangsa di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menjadi sorotan publik. Ujug-ujug tiga menteri bak seorang pakar menyebut bahwa JIS tidak berstandar FIFA.

Tiga menteri tersebut adalah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN yang sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Menpora Dito Ariotedjo. Pun juga konsultan dari Karya Rama Prima, Qamal Mustaqin.

Mereka melakukan inspeksi di JIS, untuk memastikan JIS telah berstandar FIFA karena JIS akan digunakan untuk Piala Dunia U-17. Dan, mereka kompak menyebut bahwa rumput JIS tidak berstandar FIFA. Padahal sebelumnya Anies Baswedan beberapa kali mengklaim bahwa JIS sudah berstandar Internasional dan FIFA.

Anies menyebut bahwa mulai dari rumput, tata suara hingga tata pencahayaan JIS berkelas dunia. Klaim tersebut juga disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Pun juga pengelola JIS, yakni Jakpro.

Kala itu, Project Director JIS, Arry Wibowo menyampaikan bahwa JIS sudah sesuai dengan standar FIFA sejak awal perencanaan pembangunan. Tak hanya perencanaan pembangunan, namun mulai dari pemilihan lokasi, akses, dan penempatan, telah bestandar FIFA.

Hasil sidak, diputuskan JIS akan dilakukan renovasi. Basuki Hadjimuljono mengatakan ada tiga hal yang perlu direnovasi Pertama, akses ke JIS dari semula satu ditambah jadi lima akses termasuk jembatan penyeberangan.

Kedua, rumput JIS yang tak sesuai standar FIFA akan diganti dengan anggaran sekitar Rp6 miliar. Lalu yang ketiga, akses masuk ke JIS untuk bus pemain dan ofisial tim sepak bola yang terlalu kecil akan dilebarkan agar bus besar bisa masuk ke dalam JIS.

Banyak pertanyaan dari publik terkait statemen para menteri Jokowi itu. Terlebih salah satunya, Erick Thohir digadang-gadang bakal menjadi cawapres. Spekulasi liar pun muncul yakni rencana renovasi JIS jadi ajang politisasi.

Saat ini masyarakat Indonesia sudah cerdas. Bisa menilai 'kelakuan' pejabat negara. Mana pejabat yang amanah dan tidak. Jika memang ingin melakukan sidak ajak orang-orang yang memang profesional soal rumput stadion bola.

Terpenting, tidak ada ada kepentingan apa pun. Juga sebaiknya perwakilan FIFA diikutsertakan dalam sidak tersebut. Agar benar-benar objektif. Kecurigaan publik lantaran diduga adanya politisasi karena menjelang Pemilu 2024.

Pun juga yang menjadi pertanyaan kenapa Basuki Hadimuljono dan Erick Thohir tidak memberikan masukan sejak awal saat JIS dibangun dengan melibatkan para ahli.


Berita Terkait


News Update