Demokrat: Kok Resistance Banget, Jangan-jangan Kalau Anies Pilih AHY Malah Nasdem yang Balik Kanan

Senin, 12 Juni 2023 08:36 WIB

Share
Demokrat menyinggung sikap Nasdem yang seolah sangat resistance dengan AHY. Foto: Kolase/Ist.
Demokrat menyinggung sikap Nasdem yang seolah sangat resistance dengan AHY. Foto: Kolase/Ist.

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyoroti sikap Nasdem yang belakangan nampak resistance dengan AHY.

Pernyataan ini terkait sikap Demokrat yang mendorong agar Anies bersama dengan dua partai pendukung lain Nasdem dan PKS untuk segera mengumumkan cawapres pada Juni ini.

Kata Kamhar, sejumlah pertimbangan sebenarnya telah diperhitungkan masak-masak perihal sikap Demokrat yang mendorong agar Nasdem dan PKS serta capres Anies bersama-sama melakukan pengumuman cawapres.

"Pertimbangannya bahwa membaca atau melihat tren elektabilitas yang cenderung mengalami stagnasi atau turun, karena kita melihat sudah 4 bulan pasca penandatanganan piagam kerjasama 3 partai, normalnya harusnya ada tren kenaikan."

"Tetapi setelah kita evaluasi ada salah satu faktor utama yakni karena belum ada cawapres," kata Kamhar di Akbar Faizal Uncencored di saluran Youtubenya, disitat Senin 12 Juni 2023.

Demokrat yakin jika Anies mengumumkan cawapresnya, akan ada proses rebound dalam waktu tidak terlalu lama. Apalagi dalam piagam kerjasama tiga partai itu memuat jelas bahwa dalam waktu yang tak terlalu lama di poin kelima, disebutkan bahwa akan ada deklarasi secara bersama-sama baik antara capres dan cawapres.

"Dan kami berpikir waktu 4 bulan itu cukup sudah lebih dari cukup, jadi bulan Juni ini memang sudah harus ada progres lebih lagi," katanya.

Menurut Kamhar, Demokrat juga sudah melihat tantangan bahwa Indonesia memiliki wilayah yang begitu besar. Jika Koalisi Perubahan terlambat mengambil keputusan, sementara elektabilitas antara masing-masing capres semakin melebar, maka akan semakin susah bagi koalisi ini untuk mengejarnya.

Andai AHY Tak Dipilih Anies Jadi Cawapres

Demokrat pun ditanya soal sikapnya apabila ternyata benar Anies mengumumkan cawapres pada Juni, namun bukan AHY yang dipilih. Apa sikapnya.

Menurut dia, Demokrat sejak awal sangat sadar ketika menandatangani piagam kerjasama, tak lagi berbicara siapa yang akan menjadi pasangan Anies Baswedan.

Akan tetapi Demokrat meminta agar semua pihak pendukung Anies memperhitungkan siapa saja figur cawapres yang diusung beserta hasil elektabilitasnya.

"Mari kita bedah satu-satu mana yang paling memadai di antara semua figur-figur yang ada. Katakanlah semua partai menyodorkan alternatif alternatif figure, ya kita diskusikan sama-sama," katanya.

Ketika didesak lagi apakah Partai Demokrat akan mundur dari koalisi jika Anies tak memilih AHY, Kamhar pun segera meresponsnya.

Menurut dia, pertanyaan itu sebenarnya sudah dijawab oleh Ketua Umum AHY saat konferensi pers saat menerima sekretariat Kuning, Hijau, Biru. 
Katanya, tidak menjadi soal hal itu terjadi.

"Justru ketika ada statemen yang menuduh bahwa jangan-jangan kalau bukan hanya Demokrat akan balik kanan, kita juga dengan logika yang sama bisa mempertanyakan, kok resistance banget (Nasdem) sama AHY. Jangan-jangan kalau Mas Anies pilih AHY, lw malah yang balik kanan," kata Kamhar.
 

Reporter: Rendra Saputra
Editor: Rendra Saputra
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar