ADVERTISEMENT

Nama Cawapres Anies Baswedan di 2024, Inikah Kejutan yang Dinanti-nanti Banyak Orang?

Minggu, 4 Juni 2023 16:26 WIB

Share
Nama cawapres Anies Baswedan sudah dikantongi. Foto: Kolase/Ist.
Nama cawapres Anies Baswedan sudah dikantongi. Foto: Kolase/Ist.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Nama cawapres Anies Baswedan hingga kini masih terus dinanti-nanti publik. Sebab ada sejumlah nama yang belakangan sudah disebut akan mendampingi eks Gubernur DKI itu.

Proses pemilihan nama cawapres Anies Baswedan sendiri memang dinilai sebagian pihak sangat alot, lantaran dinilai lebih kompleks ketimbang Ganjar Pranowo dengan PDIP.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menilai proses pencarian pendamping Ganjar dan PDIP tak serumit pemilihan nama cawapres Anies Baswedan.

Sebab PDIP bisa mengusung Ganjar tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. 

"Misalnya Bu Mega ngotot ingin memasangkan Ganjar Pranowo dengan imam besar Masjid Istiqlal tanpa perlu didukung PPP, itu PDIP masih bisa. Sementara Mas Anies, harus disepakati dulu oleh 3 partai pendukung, tak boleh ada satupun yang keberatan. Kalau keberatan dia tentu tak cukup tiket untuk maju sebagai capres di 2024 mendatang," kata Burhanuddin, disitat wawancara virtual, Minggu 4 Juni 2023.

Dan per hari ini, kendati nama AHY sering muncul digadang-gadang menjadi pendamping Anies Baswedan, tetapi dinilai masih ada keberatan dari Partai NasDem dan PKS.

Artinya walau Anies Baswedan sudah deklarasi jauh-jauh hari lebih cepat dari Ganjar, tetapi cawapresnya belum juga disepakati hingga kini.

Nama Cawapres Anies Baswedan 

Adapun menurut Burhanuddin, ada sejumlah nama cawapres Anies Baswedan yang mengemuka. Antara lain Nasdem yang memilih Khofifah Indarparawansa untuk maju mendampingi Anies sebagai cawapres.

Sedangkan PKS mengusung nama Ahmad Heryawan alias Aher menjadi cawapres Anies. Dan Demokrat mengusung ketua umumnya, AHY, menjadi cawapres. 

"Jadi tiga nama ini belum ada kesepakatan. Sehingga tarik menarik di Koalisi Perubahan makin kuat. Tetapi yang pasti harus diingat, kalau misalnya salah satu partai tidak ada yang sepakat cawapres mana yang akan diusung bersama Mas Anies, tentu akan merepotkan presidential threshold," katanya.

Soal bagaimana analisa pertemuan di Pacitan yang dilakukan AHY dan Anies Baswedan baru-baru ini, Burhanuddin menyebut belum ada keputusan yang bulat apakah benar dialah cawapresnya. Walau begitu saat ini AHY-lah yang dinilai memiliki elektabilitas paling tinggi ketimbang nama-nama lain yang diajukan oleh Nasdem dan PKS.

"Walaupun tren AHY agak menurun, tapi lebih baik daripada elite Nasdem dan PKS. Sementara kalau AHY yang dipinang cawapres, Nasdem khawatir coattail effect diambil oleh Demokrat semua." 

"Maka itu ada dorongan atau opsi lain, agar nama cawapres Anies Baswedan dipilih dengan menggandeng di luar tiga partai, konon Khofifah yang dianggap bisa membantu perolehan suara di Jawa Timur yang lemah," kata Burhanuddin.

ADVERTISEMENT

Reporter: Rendra Saputra
Editor: Rendra Saputra
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT