Kemenag Rekrut 768 WNI Bermukim di Luar Negeri Jadi Petugas Haji

Senin 22 Mei 2023, 06:00 WIB
Kegiatan Bimtek petugas haji Indonesia bagi WNI bermukim di luar negeri. (ist)

Kegiatan Bimtek petugas haji Indonesia bagi WNI bermukim di luar negeri. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID –  Kementerian Agama (Kemenag) merekrut 768 Warga Negara Indonesia  (WNI) yang bermukim di luar negeri menjadi tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

 Pada Minggu (21/5/2023) mereka mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) menjadi petugas haji selama tiga hari  mulai  21 - 23 Mei 2023.

Para tenaga pendukung terdiri atas para warga negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi (mukimin) dan pelajar mahasiswa yang kuliah di Timur Tengah.

Mereka akan bergabung bersama petugas non kloter PPIH Arab Saudi untuk melayani jemaah haji.

Para tenaga pendukung akan ikut membantu melayani jemaah pada layanan akomodasi, transportasi, katering, kesehatan, serta layanan umum lainnya.

Konjen RI di Jeddah Eko Hartono meminta para tenaga pendukung untuk memanfaatkan Bimtek ini dengan baik agar memahami tugas dan fungsinya.

Apalagi, ada sejumlah perkembangan signifikan dalam operasional haji, termasuk terkait banyaknya jemaah lanjut usia (lansia).

"Fokus pada pelayanan, bukan fokus untuk berhaji. Menjadi petugas bukan untuk bisa beribadah haji, tapi untuk memberikan pelayanan kepada jemaah," tegas Eko Hartono di Jeddah, Minggu (21/5/2023).

"Siapkan fisik petugas haji untuk melayani jemaah. Jangan sampai justru petugas yang membutuhkan bantuan. Petugas harus solutif. Petugas harus lebih sehat dan kuat dibanding jemaah," sambungnya. 

Konjen Eko juga berpesan agar para petugas menjaga nama baik bangsa. Apalagi, mereka bertugas di negara orang. "Jangan lalukan tindakan yang memalukan. Wajib bawa nama baik bangsa kita. Ini di negeri orang," pesannya.

Pesan senada disampaikan Ketua PPIH Arab Saudi Subhan Cholid. Menurutnya, para petugas tahun ini dihadapkan pada tugas berat untuk melayani jemaah haji lansia yang jumlahnya sangat besar.

Subhan mengatakan bahwa haji adalah ibadah fisik yang secara praktik tidak ramah lansia. Ditambah lagi, cuaca di Saudi juga tidak ramah lansia. Sementara tagline tahun ini adalah Haji Ramah Lansia.

"Wujudkan tagline dengan sikap ramah pada jemaah. Tidak boleh ada petugas bertengkar apalagi marah ke jemaah haji," pesan Subhan.

Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam melaporkan Bimtek tenaga pendukung mengangkat tema "Haji Ramah Lansia. Mereka adalah Orang Tua Kita". (johara)

Berita Terkait

News Update