Wapres Imbau Jangan Tunda Nikah, Begini Alasannya

Selasa, 16 Mei 2023 14:45 WIB

Share
Foto: Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin meminta jangan tunda menikah kepada pasangan muda-mudi Indonesia. (Ist.)
Foto: Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin meminta jangan tunda menikah kepada pasangan muda-mudi Indonesia. (Ist.)

JAKARTA,POSKOTA.CO.ID - Wakil Presiden  (Wapres) RI KH Ma'ruf Amin tiba-tiba minta warga jangan menunda menikah dengan alasan untuk mencegah krisis pertumbuhan penduduk di Indonesia ke depan.

Krisis pertumbuhan penduduk itu, kata Wapres, jumlah penduduk usia muda itu mengecil nantinya dan yang tua-tua makin banyak. "Jadi anjurannya supaya dilakukan keseimbangan," papar Wapres usai menghadiri Indonesia Emas 2045 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (16/5/2023).

"Karena itu jangan menunda menikah karena prediksinya yang banyak yang tua-tua, dan usia produktifnya mengecil,” ungkap Wapres.

Diketahui, menurut data Bappenas proporsi penduduk usia 0 hingga 14 tahun dari 24,56 persen pada tahun 2020 menjadi 19,61 persen pada tahun 2045. Sementara penduduk usia 65 tahun ke atas naik dari 6,16 persen menjadi 14,61 persen pada tahun 2045.

Dalam sambutannya pada acara itu, Wapres menyampaikan bonus demografi juga menjadi tantangan sekaligus peluang. Beberapa negara yang berhasil memanfaatkan bonus demografinya berhasil pula meningkatkan PDB per kapitanya hingga 3 kali lipat.

"Bahi Indonesia, tentu ini menjadi peluang emas. Bagaimana bonus demografi yang ada bisa dioptimalkan untuk memacu PDB per kapita agar Indonesia dapat masuk ke dalam kategori upper middle income country di tahun 2025," utara Wapres.

Oleh karena itu, lanjut Wapres, dokumen Proyeksi Penduduk 2020-2050 yang hari ini diluncurkan harus menjadi rujukan bagi kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah untuk menyusun program-program yang dapat mengoptimalkan potensi bonus demografi tersebut.

"Tantangan lainnya yang tidak kalah penting, baik bagi Indonesia maupun masyarakat dunia, yaitu triple planetary crisis akibat perubahan iklim, polusi, dan degradasi keanekaragaman hayati. Mitigasi dan adaptasi untuk menghadapi krisis tersebut menjadi suatu hal yang penting dan harus menjadi perhatian," Wapres menandaskan.

Wapres mengatakan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2024.menjadi tahun terakhir dari periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. Tentu kita harus bergegas dan semakin fokus pada upaya penuntasan pencapaian target-target RPJMN.

Wapres juga mengatakan Musrenbangnas 2023 menjadi forum yang sangat krusial untuk sinkronisasi dan penajaman program/kegiatan prioritas nasional antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam perumusan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2024.

Halaman
Reporter: Agus Johara
Editor: Novriadji Wibowo
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar