DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dan NIIT India telah menjalin kerja sama sejak tahun 2002. Kerja sama yang dijalin melalui unit usaha CEP CCIT FTUI, berfokus pada teknologi informasi dan komputer.
Untuk memperkuat kerja sama ini, pada 27-29 April 2023 yang lalu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof Heri Hermansyah, dan Direktur CEP CCIT FTUI, Prof. Dr. Muhammad Suryanegara, mengunjungi Kantor Pusat (Head Quarter) NIIT di New Delhi, India serta kampus NIIT University.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof Hermansyah, mengatakan selain memperkuat hubungan yang telah terjalin 20 tahun antara CEP-CCIT FTUI dan NIIT India, kunjungan ini juga bertujuan untuk menjajaki peluang kerjasama yang lebih luas di masa depan.
Saat ini CEP CCIT FTUI dan NIIT India telah memiliki program sertifikasi profesional pada bidang IT software development. Kedepannya, arah kerja sama baru adalah pengembangan program dalam bidang IT Security dan IT Risk Management selain itu juga dibahas peluang kerja sama summer course kemahasiswaan dengan NIIT University bagi para mahasiswa CEP CCIT dan FTUI.
“Kolaborasi ini telah memberikan manfaat signifikan bagi siswa yang mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari pengajar yang telah tersertifikasi oleh NIIT dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Lulusan CEP CCIT FTUI dengan sertifikasi internasional ini setara dengan level 5 KKNI okupasi Programmer, selain itu sertifikasi NIIT internasional juga diselenggarakan oleh NIIT di 30 negara seluruh dunia,” ucap Prof Heri, Jumat (12/5/2023).
Selama kunjungan tersebut, Prof. Heri dan Prof. Surya diterima langsung oleh Sanjay Tickoo selaku Vice President & Head of Business Operations, International Education Business, NIIT Ltd. Pada pertemuan yang berlangsung, mereka membahas perkembangan terkini dalam industri TI, tren teknologi terbaru, dan tantangan yang dihadapi oleh lulusan dalam menghadapi pasar kerja yang kompetitif.
“Alhamdulillah, pada pertemuan ini kedua belah pihak menyepakati untuk memperdalam kerjasama mereka melalui beberapa inisiatif. Pertama, akan memperluas program kurikulum bersama untuk mengakomodasi kebutuhan industri yang terus berkembang. Kedepannya, program-program ini akan dirancang dengan melibatkan para praktisi industri dalam pengembangan kurikulum, sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan saat ini,” jelas Prof. Surya. (Angga)