ADVERTISEMENT

Update Anak Hilang Subang, Dedi Mulyadi Mulai Curiga Kuat Pelaku Sebenarnya Adalah...

Rabu, 10 Mei 2023 12:52 WIB

Share
Dedi taruh kecurigaan di kasus anak hilang Subang. Foto: Kolase/Ist.
Dedi taruh kecurigaan di kasus anak hilang Subang. Foto: Kolase/Ist.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ada beberapa alasan Dedi terlibat dalam pencarian yang melibatkan Polisi, TNI, Tagana, hingga kalangan supranatural.

Menurutnya, keluarga Khaerudin tengah ditimpa kedukaan. Ditambah mereka terus menjalani pemeriksaan oleh Polisi sampai waktu yang belum ditentukan. Belum lagi faktor ekonomi karena keluarga Darel tak bisa mencari uang karena kasus ini.

"Kenapa sih saya ngamatin dari awal, mudah-mudahan sampai bisa ketemu. Ini kan masyarakat kecil, lalu ayahnya meninggalkan pekerjaannya, yang ditinggalkan pekerjaannya juga bukan dia saja, adiknya juga. Lalu ada motor yang harus disetor (kredit), anak-anak harus makan, sekolah, kalau tak ada inisiatif menyelesaikan problem, makin banyak masalahnya," kata dia.

"Bebannya harus dibantu satu per satu. Apalagi mereka harus menjalani beban psikologi karena harus menjalani pemeriksaan dan tuduhan beragam. Karena dicurigai hilangnya bukan karena hilang begitu saja. Tapi ada faktor disengaja," katanya.

Ikut Terbawa Suasana

Dedi lalu menjelaskan soal banyaknya peristiwa perihal kegiatan spiritual yang marak dilakukan untuk membantu pencarian Darel.

Mulai dari banyaknya dukun yang datang beragam, silih berganti setiap malam ke kediaman Khaerudin, melibatkan tiga anak indigo, dan lain sebagainya.

Dedi mengaku, sebenarnya dia tak percaya akan dugaan penculikan karena dasar mistis. Tetapi karena banyaknya masyarakat yang menganjurkan, akhirnya dia beserta keluarga Darel seolah mengikuti arusnya.

"Kalau mau jujur, saya orang rasional orang akademis, enggak percaya mahluk halus bisa nyulik orang. Tetapi karena pada bilang siapa tahu, siapa tahu, akhirnya saya jadi ngikut juga. Ke sana-ke situ, siapa tahu. Namanya juga siapa tahu," kata Dedi soal kasus anak hilang Subang itu.

Halaman

ADVERTISEMENT

Reporter: Rendra Saputra
Editor: Rendra Saputra
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT