ADVERTISEMENT

Ikuti Kasus Darel Anak Hilang di Subang, Dedi Mulyadi: Saya Kok Tertarik Sama Pamannya, Karena...

Senin, 8 Mei 2023 19:36 WIB

Share
Dedi Mulyadi soroti kasus Darel anak hilang di Subang. Foto: Kolase/Ist.
Dedi Mulyadi soroti kasus Darel anak hilang di Subang. Foto: Kolase/Ist.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kasus Darel anak hilang di Subang mendapat perhatian ekstra dari Anggota DPR RI Dedi Mulyadi. Bocah berusia 3,5 tahun bernama lengkap Darrel Gaisan Rafasa itu diketahui hilang misterius sejak 24 April 2023 usai tiba mudik dari Jakarta, di Kampung Cikaso, Desa Kalijati Timur, Kabupaten Subang.

Mantan Bupati Purwakarta itu dalam saluran Youtube-nya sangat aktif mengikuti setiap perkembangannya teka-teki Darel anak hilang di Subang.

Dia bahkan terus membuat konten dari peristiwa itu, sampai mewawancarai banyak pihak, hingga yang punya kekuatan supranatural untuk mencoba membongkar tabir kasus Darel anak hilang di Subang.

Menurut Dedi, semua pihak tak boleh memiliki asumsi dan spekulasi yang belum tentu memiliki dasar dan pijakan yang kuat.

Maka itu, dia mengajak semua pihak agar tak menuduh siapapun dalam kasus ini. Apalagi berbagai perangkat, baik aparat hingga BPBD dan Tagana ikut terjun membantu pencarian.

Belakangan, publik memang curiga dengan sejumlah pihak atas kasus ini. Karena ditemukan sejumlah kejanggalan-kejanggalan.

"Tak boleh nuduh-nuduh pihak tertentu. Sebab kita punya cara pandang masing-masing. Sekarang muaranya ke mana? Kita ikuti saja, karena tiap hari disajikan banyak hal agar semuanya bisa obyektif menilai. Muaranya cuma satu, anak itu harus ada lagi," kata Dedi disitat Senin 8 Mei 2023.

Karena bocah itu diharap harus ada lagi, maka Dedi meminta semua pihak bersabar. Karena segala spekulasi apapun akan terjawab ketika sang anak telah kembali.

"Sebab selama anaknya tak terlihat kita enggak bisa menjawab semua. Apakah jatuh kebawa arus karena masuk ke parit, karena diculik, atau karena tersesat, atau disesatkan, karena anaknya kan di bawah umur, atau tak kenal lingkungan sekitar, atau faktor lain di luar nalar manusia, wewe gombel, kelong, jurig, saya tak memiliki pemahaman yang cukup soal itu," kata Dedi.

Namun dari kacamata logika, hal berbau mistis seperti jurig dan sebagainya tak dianggap olehnya. Karena peristiwa Darel anak hilang di Subang itu terjadi pada siang hari.

Halaman

ADVERTISEMENT

Reporter: Rendra Saputra
Editor: Rendra Saputra
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT