JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pelaku penembakan kantor MUI, Mustofa NR (60 tahun) diketahui memiliki nilai transaksi hingga Rp 800 juta sejak beberapa waktu terakhir.
MUI pun menuding, bahwa patut diduga ada keterlibatan pihak lain di balik Mustofa berkaitan dengan aliran dana hingga Rp 800 juta tersebut.
Apalagi Mustofa yang terlacak memiliki aliran transaksi hingga Rp 800 juta hanya sekadar petani kakao di tempat tinggalnya.
Terkait hal ini, sang menantu Mustofa, Innifarizat mengungkap bahwa pihak keluarga bisa menjelaskan aliran dana tersebut. Kata Farizat, dana itu sebenarnya bukan dari pihak-pihak terlarang.
Melainkan datang dari transferan ketiga anak-anaknya yang bekerja di luar negeri. Uang-uang itu dikirim ke sang ayah untuk keperluan tertentu, dan bukan dalam rangka hal-hal buruk.
"Berkait uang Rp 800 juta itu mungkin benar, cuma itu kan bertahap, itu dari anak-anaknya. Mereka bertiga kerjanya ke luar negeri semua. Yang satu di Korea Selatan dan yang 2 di Taiwan," kata dia di saluran Youtube Dua Sisi, Jumat 5 Mei 2023.
Kata Farizat, anak-anaknya kerap mengirimkan uang kepada orang tuanya. Namun bukan untuk keperluan dibelanjakan, seperti kebutuhan sehari-hari.
"Uang itu dikirim, digunakan untuk membeli sesuatu, contohnya membeli kendaraan, sawah, bahkan membeli rumah," katanya.
Menjadi logis karena anak Mustofa yang kerja di Korea saja memiliki gaji Rp 30 juta per bulan. Sedangkan dua anak lainnya di Taiwan masing-masing memiliki gaji Rp 15 juta per bulan.
"Terkait tentang Rp 800 juta di rekening Pak Mustofa, gajinya anaknya yang di Korea itu saja satu bulannya Rp 30 juta, itu dia berangkat ke Korea dari tahun 2014. Untuk anaknya yang di Taiwan 2 orang, dari satu orang itu Rp 15 juta satu bulan, nah dua orang Rp 30 juta."
"Mereka di Taiwan selama 5 tahun. Nah jadi ya untuk uang yang Rp 200 juta itu yang terakhir," tuturnya.
