Sewindu Kematian Akseyna Masih Misteri, BEM Sebut Polisi dan UI Lempar-lemparan

Sabtu 01 Apr 2023, 05:38 WIB
BEM UI bicara kasus Akseyna. Foto: Poskota/Angga.

BEM UI bicara kasus Akseyna. Foto: Poskota/Angga.

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Puluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) tergabung dalam BEM UI menggelar aksi simbolik mengenang sewindu tewasnya Akseyna Ahad Dori, di Danau Kenanga UI, Jumat 31 Maret 2023 sore.

Aksi digelar di Taman Lingkar UI, setelah pertama kali jasad Akseyna ditemukan di dalam Danau Kenanga UI dengan kejadian tanggal 26 Maret 2015 silam.

Seluruh mahasiswa mengenakan pakaian hitam sebagai simbol kedukaan dan diisi dengan orasi, pembacaan puisi dan mengheningkan cipta serta membuat kuburan dengan di nisannya terdapat foto Akseyna.

"Aksi damai hari ini untuk mengenang meninggalnya Akseyna 8 tahun silam, dianggap kasus kemanusiaan yang tak kunjung selesai di UI," ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Melki Sedek Huang kepada wartawan di lokasi.

"Sekarang jadi bola panas di antara pimpinan kasus UI dan kepolisian. Ketika kita tanya ke pihak UI, selalu bilang sekarang teman-teman menutut pada kepolisian," ungkapnya.

Melki mengungkapkan, saat bertanya pada Polisi, mereka mengatakan bahwa UI menutup pintu, sehingga mereka tak bisa bergerak banyak soal kasus Akseyna.

"Setelah kami mendatangi keluarga korban, pihak keluarga bersepakat mereka butuh UI buka suara dan segera berkas yang ada di kepolisian segera diselesaikan," ungkapnya.

Dalam kasus ini, lanjut Melki, ada dua hal yang perlu ditegaskan. Pertama pihaknya meminta aparat penegak hukum dapat menyelesaikan fakta-fakta yang sudah ada. Alat bukti sudah dikumpulkan dan puluhan orang sudah diwawancara agar masuk ke kasus penyelidikan dan penyidikan.

"Tidak ada lagi halangan untuk kita kemudian bisa mencari fakta-fakta dan kejelasan baru soal kasus Akseyna," katanya.

Tak hanya itu, dari kasus kematian Akseyna ini, Melki sangat menyayangkan pimpinan kampus UI tak mau membuka suara terkait kasus tersebut.

Padahal, ia melanjutkan, Akseyna adalah mahasiswa Fakultas MIPA UI yang meninggal di UI di tahun 2015.

"Artinya UI sudah sangat jelas harus mampu untuk memberikan pertanggungjawaban kejelasan dan argumentasi-argumentasi baik untuk mendukung penderitaan keluarga korban sekarang," katanya.

Melki menilai pimpinan UI malah tutup mulut, tak mau buka suara, bahkan bagi UI, terkadang kasus Akseyna ini hanya sekedar menjelekkan nama baik mereka dan tidak baik untuk konsumsi umum dan sebagainya.

Aksi tersebut bahkan ikut juga mengundang Rektor Ari Kuncoro dan Wakil Rektor Abdul Haris yang dahulu merupakan dekan MIPA di tahun 2015. Mereka diminta datang untuk ikut memberi kejelasan terkait sikap UI.

"Nyatanya sampai sekarang tidak datang, sehingga kita kecewa betul, kita marah betul hari ini pada pimpinan kampus UI, karena ketidakhadiran mereka hari ini melambangkan ketidakpedulian mereka yang mendalam bagi penegakan keadilan Akseyna dan keluarga," katanya.

Berita Terkait

News Update