Dari 23 Setu di Kota Depok, Setu Tujuh Muara Terluas

Jumat, 24 Maret 2023 10:16 WIB

Share
Para pengurus Setu Tujuh Muara dengan sejumlah fasilitas yang dapat dipergunakan para wisatawan menyajikan pemandangan yang indah nan asri.(Foto: Angga)
Para pengurus Setu Tujuh Muara dengan sejumlah fasilitas yang dapat dipergunakan para wisatawan menyajikan pemandangan yang indah nan asri.(Foto: Angga)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebagai salah satu setu terluas yang ada di Kota Depok, Setu Tujuh Muara wajib dikunjungi para traveler.

Ketua Paguyuban RT dan RW Bojongsari, Daud Sulaeman (42) mengatakan, Setu Tujuh Muara berdasarkan informasi dari kabar orangtua terdahulu merupakan setu yang memiliki luas 28 hektare dan salah satu setu terluas dari 23 Setu yang ada di Kota Depok.

"Luas Setu Tujuh Muara  membentang  melintasi dua Kecamatan Sawangan dan Bojongsari, serta tiga kelurahan yaitu Bojongsari, Kedaung, dan Sawangan," ujar Daud kepada Poskota.co.id di Warung Pojok (Warjok) Setu Tujuh Muara Jalan H.Kenan,  Bojongsari Kota Depok, kemarin.

Daud yang juga menjabat Ketua RW 14 ini menyebutkan, setelah termakan waktu, ada sekitar satu hektare yang berada di Kelurahan Bojongsari terjadi pendangkalan karena inlet dilewati aliran sungai putat.

Sebagai salah satu setu terluas di Kota Depok, bapak tiga orang anak ini menyebutkan sudah beberapa kali mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat maupun propinsi Jawa Barat  dengan anggara total mencapai puluhan miliar. 

Anggaran bantuan yang ada dipergunakan untuk revitalisasi.

"Revitalisasi dari anggaran pemerintah dibangun jogging track, tiang pancang yang ada di Kelurahan Kedaung, penurapan dengan dicor dan buat organisasi kepengurusan Setu," tambahnya.

Dengan begitu, kini setelah perubahan dengan bantuan pemerintah l, lanjut Daud, di Setu Tujuh Muara terdapat fasilitas yang sudah dapat dimanfaatkan dipergunakan warga maupun wisatawan seperti jogging track, warung buat istirahat, spot-spot foto,  bebek-bebekan serta perahu.

"Bagi orang luar atau pelancong yang mau datang ke Setu Tujuh Muara tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. Cuma bagi yang ingin baik perahu atau bebek-bebekan dikenakan biaya Rp.10 ribu buat perahu dan bebek-bebekan Rp.15 ribu," tukasnya.

Untuk waktu ramai didatangi para pelancong dari Jabodetabek, lanjut Daus, paling ramai berkunjung ke Seru weekend (Jumat, Sabtu, dan Minggu).

"Biasa paling banyak didatangi pada waktu pagi dan sore hari. Wisatawan betah lama-lama melihat hamparan air setu yang bersih dan pemandangan indah ditemani dengan cemilan makanan dan minuman yang diperdayakan oleh pengurus dari UMKM warga sekitar," tuturnya.

Selain dijadikan tempat wisata, Daud mengatakan Setu Tujuh Muara sering dijadikan sebagai tempat latihan komunitas Rescue SAR (Mitigasi Bencana-red) dan komunitas olahraga stand up padle).

"Untuk olahraga SUP terkadang beberapa atlit juga pada latihan setiap waktu Sabtu sore.

Kendati disuguhkan dengan pemandangan yang tidak membuat mata lelah melihat, namun untuk masalah parkiran masih kurang memadai.

"Kita akui untuk kantong parkir kendaraan masih sangat kurang. Sehingga jika wisata naik mobil masih sangat terbatas untuk tempat parkir. Disarankan untuk menggunakan motor jika mau ke setu," pungkasnya.

 Daud menyebutkan, pemerintah Kota Depok bekerjasama dengan Provinsi Jawa Barat akan segera membuat alun-alun wilayah barat di Seru Tujuh Muara.

"Pengerjaan proyek alun-alun sudah running yaitu rencana pengerjaan di tahun 2023 ini sampai 2024 dengan memakan anggaran sekitar mencapai Rp. 60 Miliar," tukasnya.

Tak hanya itu, bentuk perhatian dalam memajukan Setu Tujuh Muara juga ada bantuan dari Menparekraf RI, Sandiago Uno akan berencana Kampung Wisata Tematik.

"Pada saat kunjungan ke Setu, bapak menteri berharap berencana akan dijadikan Kampung Wisata Tematik dengan alasan berpotensi setu berhubungan satu dengan yang lain dan terintegrasi," tuturnya.

Mengetahui banyak perhatian bantuan dari pemerintah, harapan Daud dapat bermanfaat juga membuat ramai ladang rejeki bagi warga sekitar sebagai destinasi wisata dan lainnya.

"Kalau di musim bulan puasa, warga lokal maupun luar pada datang menikmati pemandangan yang masih asri di pinggir setu mulai dari ba'da Ashar sampai buka puasa," tambahnya.

Dan biasa warga  banyak memanfaatkan untuk menikmati pemandangan Setu Tujuh Muara biasa kumpul di Warung Pojok (warjok).

"Pada tahun sebelumnya 2022 band Armada sempat melakukan amal berbagi di Ramadan dengan membagikan takjil di sekitar Setu Tujuh Muara," ucapnya.

Daud berharap, ke depannya, Setu Tujuh Muara dapat lebih ramai lagi dan pelaku usaha UMKM dapat dimaksimalkan lagi.

"Dengan ada destinasi wisata ini agar dapat bermanfaat, aman dan nyaman," tutupnya.

UMKM
Pengurus Pokdarwis Setu Tujuh Muara, Romo Ndaru (48) mengatakan dalam waktu dekat dengan bersinergi semua pihak akan mengangkat Setu Tujuh Muara sebagai destinasi wisata peluang menjadi ekonomi ke masyarakat.

"Sebagai visi misi kita sesuai taglan 'membangun kampung bersama orang sekampung'. Bersama UMKM Bombastis tingkat kelurahan rutin mengikuti pelatihan dengan membuat produk sepertu buah anggur untuk dapat dikembangkan di sekitar Setu," ungkapnya.

Supaya dapat terwujud, lanjut Romo, pihaknya bekerjasama dengan komunitas anggur dengan uji coba sampling ditanam di Kelurahan Bojongsari.

"Dengan setelah bisa menanam anggur diharapkan dapat dijadikan suatu kebutuhan komoditi. Yang sudah budidaya alpukat miki, lalu nanti akan kita tanam anggur supaya dapat menjadi sumber ekonomi warga," tuturnya.

Untuk lokasi penanaman anggur, Romo menyebutkan akan ditanam sepanjang setu prioritas yang lahan kosong di RW 12 dan RW 09.

"Supaya terlihat menarik nanti rencana penanam anggur akan dibuat seperti halte mempergunakan canopy menjorok ke arah setu dan memanfaatkan lahan sepanjang sepadan situ sebagai disaign lorong anggur," tuturnya.

Sedangkan untuk budidaya anggur, Romo mengatakan jenis Jupiter Nibel, Akademik, Transpiguration, dixon. Jenis anggur ini table grape bisa langsung di konsumsi.

"Untuk jenis anggur yang di table grape diterapkan di Kelurahan Bojongsari. Namun untuk di Setu nanti ada beberapa anggur jenis Red Master dan Isabel salah satu rustok batang di bawah tanah dan merupakan jenis anggur terenak yang sudah ada dari zaman peninggalan VOC," tukasnya.

Untuk yang merawat anggur, lanjut Romi, adalah pengurus tiap RT dan RW. "Bagi yang mau tahu jelas tentang informasi Setu Tujuh Muara dapat diakses online seperti Youtube di pokdarwis Kelurahan Bojongsari, instagram pokdarwis@kelbojongsari," tutupnya. 

Reporter: Angga Pahlevi
Editor: Idham Kurniawan
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar