Susahnya mencari pasangan. Dulu, sangat hati – hati dan penuh pertimbangan mencari figur capres, kini lebih hati – hati lagi mencari calon pendamping capres.
“Memang sulit ya mencari pasangan,” tanya Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan Yudi.
“Cari pasangan nggak bisa asal pilih mas, mesti selektif agar tak menyesal nantinya,” ujar Ayu Bahari, pemilik warteg ikut nimbrung.
“Yang penting ada kecocokan, saling tertarik, langsung lamar saja, nggak usah nunggu – nunggu, nanti keduluan disambar orang lain,” timpal Yudi.
“Ngga bisa gitu mas. Harus ada pendekatan dulu, harus ada kata yang terucap untuk saling menyayangi. Saling menghargai, saling membantu dan saling berbagi,” tambah Ayu.
“Maksudnya ada janji yang terucap,” tanya Heri.
“Iya, untuk memantapkan hati, meski secara lisan,” jawab Ayu.
“Betul juga, apalagi pasangan calon pemimpin bangsa, tak cuma janji yang terucap, tetapi perlu ada kontrak politik,” ujar Heri.
“Tetapi ada yang lebih penting, saling melengkapi kekurangan. Cawapres melengkapi kekurangan capresnya,” ujar Yudi.
“Tak kalah pentingnya memberikan kontribusi untuk mendongkrak elektabilitas capres sehingga diharapkan dapat yang memenangkan pilpres,” kata mas Bro.
Seperti diketahui, bakal calon presiden Anies Baswedan sudah mendapatkan tiket maju dalam pilpres 2024 karena sudah didukung 3 parpol, Nasdem, Demokrat dan PKS. Tinggal sosok cawapresnya yang masih dalam seleksi.