ADVERTISEMENT

Nah Ini Dia: Tenda Sakinah Gempa Cianjur, Soal Gituan Kok Difasilitasi?

Senin, 5 Desember 2022 06:30 WIB

Share
Kartun Nah Ini Dia: Tenda Sakinah Gempa Cianjur, Soal Gituan Kok Difasilitasi? (kartunis: poskota/ucha)
Kartun Nah Ini Dia: Tenda Sakinah Gempa Cianjur, Soal Gituan Kok Difasilitasi? (kartunis: poskota/ucha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

BARU di Cianjur korban gempa difasilitasi untuk suami istri salurkan kebutuhan biologisnya. Namanya Tenda Sakinah! Tapi apa ya bisa, dalam suasana berduka kehilangan rumah tempat tinggalnya, masih memikirkan rumah untuk burung para suami? Toh orang tak tak gituan setahun pun takkan mati, kecuali pusing!

Seks memang kebutuhan pokok manusia selain sembako. Semua orang menggemari, bahkan doyan! Hanya karena keyakinan agama, seseorang mampu meninggalkan kebutuhan satu itu, sehingga seumur hidup tidak menikah. Dalam cerita pewayang bisa disebut Raden Lesmana dari Ayodya dan Resi Bisma di Talkanda. Onderdil miliknya seumur-umur hanya untuk kencing doang.

Di tempat pengungsian korban gempa Cianjur, tepatnya di Pasir Goong Kecamatan Cilaku, tenda itu dibangun dengan ukuran 4 x 4 meter. Di dalamnya tersedia sejumlah ranjang. Yang bisa menggunakan hanya suami istri. Ide ini muncul dari Ferry Firdous, karena ada suami istri yang baru ketemu setelah 2 bulan tugas luar kota. Begitu mau melepas rindu, rumahnya hancur. Gagalah acara ngetap olie.

Awalnya warga risih dengan fasilitas yang diberi nama Tenda Sakinah itu, tapi lama-lama para korban di penampungan bisa memaklumi. Cuma yang mereka keberatan, ada jadwal pemakain. Misalnya pasangan si A dan si B jam sekian, pasangan C dan D jam sekian. Malulah, soal begituan kok diumumkan nama-namanya segala. Urusan kemaluan jadi bikin malu. Kata yang protes.

Salut untuk pihak yang punya keberanian menawarkan Tenda Sakinah. Tapi masalahnya, kenapa satu tenda dipasang beberapa ranjang. Memangnya orang bisa melakukannya secara massal, meski dalam kondisi gawat darurat syahwat? Tapi ternyata kata Kades Pasir Goong, Tenda Sakinah itu bukan untuk begituan, tapi buat ibu-ibu sedang menyusui anaknya.

Yang bener? Menyusui anak apa bapaknya? (GTS)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT