Puan: DPR Dukung Pembangunan Pertahanan Minimum Essential Force dan Harus Mencapai Semaksimal Mungkin Targetnya

Rabu, 30 November 2022 05:25 WIB

Share
Ketua DPR Puan Maharani usai mendapatkan penyematan Brevet Hiu Kencana dari Kasal Laksamana TNI Yudo Margono. Penyematan juga dilakukan kepad para tokoh penting lain. (Foto: Dispenal)
Ketua DPR Puan Maharani usai mendapatkan penyematan Brevet Hiu Kencana dari Kasal Laksamana TNI Yudo Margono. Penyematan juga dilakukan kepad para tokoh penting lain. (Foto: Dispenal)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kepala Sataf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono melakukan penyematan Brevet Hiu Kencana kepada sejumlah tokoh negara dengan mengenakan baret dan seragam serba hitam di KRI Alugoro, Senin lalu.

Penyematan Brevet Hiu Kencana ini dilakukan kepada sejumlah tokoh penting, termasuk ketua DPR Puan Maharani, yang dimaksudkan sebagai warga kehormatan kapal selam.

Pada kesempatan itu, Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, untuk negara maritim seperti Indoneia ini diperlukanbanyak lagi kapal perang TNI AL sebagai kekuatan untuk menjaga NKRI. 

"Saya tentunya akan terus mendukung bahwa  kita adalah negara maritim dan negara kelautan sehingga diperlukan banyak lagi kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL). Hal ini tentunya bisa menjadi kekuatan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jikalau ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti mengganggu kedaulatan NKRI."

Demikian disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Ikut mendampingi juga,  Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Anggota 1 BPK RI N.Adhi Suryadyana, serta Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono saat jumpa pers dengan awak media setelah resmi menjadi warga kehormatan Hiu Kencana di dalam KRI Alugoro-405 saat berlayar di perairan Teluk Jakarta. Senin, (28/11).

Ketua DPR Puan Maharani menambahkan, DPR  mendukung pembangunan pertahanan Minimum Essential Force (MEF) sampai 2024, dan itu harus mencapai semaksimal mungkin targetnya.

Menurut Ketua DPR, kalaupun kemudian tidak tercapai karena waktunya sudah sangat singkat mengingat sekarang sudah 2022 menuju 2024, tentu saja DPR akan mendorong agar sebelum tahun 2024 hal-hal yang harus diselesaikan maka harus segera diselesaikan.

Karena untuk menyelesaikan MEF tentu saja membutuhkan waktu dan upaya yang cukup panjang, jadi pasca 2024 harapannya semua hal terkait menjaga pertahanan dan keamanan serta kedaulatan melalui TNI di tiga matra harus kita utamakan.

"Menyikapi Indonesia negara bebas aktif jadi membuka peluang untuk menjalin kerjasama dengan semua negara, namun tentu saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di Indonesia seperti mempersiapkan alutsista yang sesuai demografi dan geografi dimana Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut", kata Ketua DPR Puan Maharani.

Halaman
Reporter: Winoto
Editor: Winoto
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar