Pemilu Selalu Berpotensi Memecah Persatuan, Bamsoet Minta ICMI Cari Solusi

Selasa, 29 November 2022 17:08 WIB

Share
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat membuka National Leadership Camp ICMI Angkatan I, di Jakarta. (foto: ist)
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat membuka National Leadership Camp ICMI Angkatan I, di Jakarta. (foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMi) untuk turut menyukseskan agenda nasional Pemilu 2024.

"Dalam konteks kehidupan politik nasional, bangsa Indonesia akan dihadapkan pada agenda besar nasional, yaitu penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak tahun 2024," terang Bamsoet saat membuka National Leadership Camp ICMI Angkatan I, di Jakarta, Selasa 29 November 2022.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan sejarah mencatat, penyelenggaraan Pemilu selalu berpotensi menyisakan residu persoalan, menyebabkan polarisasi rakyat pada kutub-kutub yang berseberangan, merusak atmosfer persatuan dan kesatuan segenap anak bangsa, dan bahkan memicu konflik horisontal berkepanjangan.

 "Di sinilah peran penting ICMI untuk turut menyukseskan agenda nasional tersebut, dengan menjadi bagian dari solusi atas berbagai potensi persoalan dan ekses dari penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak," terang Bamsoet.

Ia menjelaskan bahwa segenap kader ICMI juga memiliki tanggungjawab moral membangun literasi politik rakyat untuk meningkatkan kualitas kehidupan demokrasi. 

"Sekaligus memastikan kepemimpinan terpilih melalui Pemilu, baik di parlemen maupun di pemerintahan, bukan sekedar ditentukan oleh demokrasi elektoral berupa angka-angka. Melainkan harus lahir dari demokrasi prosedural sesuai dengan Pancasila sebagai jati diri bangsa," pungkas Bamsoet.

Bamsoet juga menyoroti dunia Islam juga masih dihadapkan pada persoalan klasik yang terlanjur menjadi kelaziman konsepsi yang salah kaprah, di mana Islam selalu direpresentasikan dengan aksi radikalisme dan terorisme. 

"Kita juga tidak dapat menafikan fakta bahwa gambaran Islam moderat, Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, belum menjadi tren wacana global. DiI ndonesia, meskipun Islam moderat telah menjadi arus utama, namun paham radikalisme dan ancaman terorisme yang mengatasnamakan Islam masih menyisakan pekerjaan rumah," tambah Bamsoet yang juga Wakil Ketua Dewan Penasihat ICMI. (johara)

Reporter: Agus Johara
Editor: Cahyono
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar