Kemenag Ajak Penyuluh Agama Sosialisasi Penurunan Stunting Lewat Media Digital

Selasa, 29 November 2022 11:57 WIB

Share
Foto : Direktur Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi. (Ist.)
Foto : Direktur Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi. (Ist.)

JATENG, POSKOTA.CO.ID – Kementerian Agama (Kemenag) mendorong penyuluhan agama dengan sosialisasi penurunan stunting (Gizi buruk) melalui media digital.

Menurut Direktur Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi mendorong Penyuluh Agama Islam terus melakukan sosialisasi penurunan stunting melalui media digital. 

"Sosialisasi melalui media digital harus semakin masif. Fakta menunjukkan, dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 277 juta jiwa, jumlah ponsel di Indonesia sebanyak 350 juta. Mau tidak mau, konten dakwah dan sosialisasi kita harus merambah dunia digital," ajak Zayadi dalam Peluncuran Materi Audio Visual Bagi Penyuluh Agama dalam Program Percepatan Penurunan Stunting di Pendopo Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (28/11/22) kemarin.

Zayadi menambahkan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kompetensi Penyuluh Agama Islam yang berjumlah 50.262 di seluruh Indonesia. Selain sebagai aparatur negara, sambungnya, Penyuluh Agama juga diharapkan menjadi agen perubahan.

"Terus berikan bimbingan dan penyuluhan dengan bahasa agama. Sampaikan kebijakan pembangunan kepada masyarakat. Penyuluh Agama Islam mempunyai otoritas dalam menyampaikan hal ini," sambungnya. 

Peluncuran Materi Audio Visual merupakan kerja sama Kemenko PMK, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),  Kemenag, dan Pemkab Brebes. Hadir, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo.

"Penyuluh Agama Islam juga kita targetkan menjadi agen perubahan. Kita akan terus berupaya meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan profesionalitas Penyuluh dalam menyampaikan isu kebangsaan dan keagamaan,"  pungkasnya.

Dalam Pencegahan stunting ini, Kemenag dan BKKBN memberikan bekal materi percepatan penurunan stunting yang terdiri dari 17 materi. Para pemateri dalam paket materi berbentuk audio visual tersebut adalah Wakil Presiden, KH. Ma'ruf Amin, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, dan Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin. (Adv)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar