Tim Gabungan Polda Metro Jaya Berhasil Evakuasi Para Korban Tertimbun Akibat Gempa di Desa Cijedil, Cianjur

Minggu, 27 November 2022 18:56 WIB

Share
Tim Pengamanan dan Penyelamatan (Sie Pamat) Dit Samapta Polda Metro Jaya gabungan bersama Basarna dan TNI berhasil evakuasi korban yang tertimbun di Desa Cijedil dua laki-laki dan satu cewek. (ist)
Tim Pengamanan dan Penyelamatan (Sie Pamat) Dit Samapta Polda Metro Jaya gabungan bersama Basarna dan TNI berhasil evakuasi korban yang tertimbun di Desa Cijedil dua laki-laki dan satu cewek. (ist)

CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Tim Pengamanan dan Penyelamatan (Pamat) Dit Samapta Polda Metro Jaya terus melakukan proses penyelamatan korban yang masih tertimbun di daerah desa Cijedil, Kecamatan Cigenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Menurut Danton 1 Kasie Pengamanan dan Penyelamatan (Sie Pamat) Dit Samapta Polda Metro Jaya, Iptu Rudi Hari mengatakan sampai hari ke lima tim sebanyak 10 orang selain memberikan trauma healing juga proses pencarian korban masih terus dilakukan.

"Untuk daerah Cicadas ada dua orang sekitar Gunung Lanjung masih belum ditemukan sampai sekarang. Dan Desa Cijedil total ada 31 orang masih hilang dan baru berhasil diketemukan ada 13 orang sudah dalam meninggal dunia tertimbun puing material longsor dan tertimpa material bangunan yang ambruk karena gempa," ungkapnya.

Perwira lulusan SIP angkatan 43 ini mengaku proses pencarian korban yang masih hilang tersebut sudah diatensikan saat Presiden RI Joko Widodi mendatangi ke lokasi kejadian.

"Kita terus mencari pencarian para korban hilang bersama anggota gabungan termasuk Basarnas juga ikut bantu. Selain itu proses evakuasi jenasah korban  juga dilakukan pencarian dengan  menggunakan anjing pelacak dari Mabes Polri dan Polda Jabar," tuturnya.

Sementara itu selama proses pencarian ada kendala, lanjut Iptu Rudi, karena tidak dibantu dengan alat berat.

"Sama warga sekitar alat berat tidak diperbolehkan masuk ke  titik evakuasi karena takut dapat merusakan tanaman milik warga," tuturnya.

"Di lokasi titik pencarian juga dikhawatirkan bisa longsor kembali karena dengan kondisi cuaca hujan dan juga sering terjadi gempa susulan," pungkasnya. (angga)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar