PKB Minta Pemerintah Tak Ragu Gunakan Pakai APBN untuk Penanganan Dampak Gempa Cianjur

Rabu, 23 November 2022 05:33 WIB

Share
Kondisi reruntuhan bangunan akibat gempabumi berkekuatan M5,6  di Cianjur. (Foto: BNPB)
Kondisi reruntuhan bangunan akibat gempabumi berkekuatan M5,6  di Cianjur. (Foto: BNPB)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Anggota Fraksi PKB DPR Neng Eem Marhamah Zulfa, meminta agar pemerintah tidak ragu menggunakan APBN untuk penanganan dampak gempa Cianjur, Jawa Barat. 

Menurutnya, APBD tidak akan mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi pasca-bencana tersebut.

"Saya yakin dengan banyaknya infrastruktur yang rusak, baik infrastruktur milik warga maupun fasilitas umum, gedung dan lain sebagainya saya yakin APBD tidak akan mampu maka APBN pusat harus ikut intervensi agar masyarakat bisa kembali normal. Maka kami minta agar agar pemerintah tidak ragu menggunakan APBN," ujar Neng dalam keterangannya, Selasa, (22/11/2022).

Legislator daerah pemilihan (dapil) Cianjur dan Bogor itu mengatakan, hingga semalam pukul 20.00 WIB sudah terdata ada sekitar 2.300 rumah warga yang hancur. Dari pantauannya secara langsung di lokasi, dia meyakini data kerusakaan bangunan rumah rusak akan bertambah lebih banyak pada hari ini.

"Kemarin sampai jam 20.00 ada 2.300 lebih rumah, itu belum terdata semua, pasti hari ini akan lebih banyak ya," ungkap Neng Eem.

Oleh karena itu, dia meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar segera melakukan pemulihan terkait fasilitas umum dan rumah-rumah yang rusak agar kembali bisa digunakan.

"Kita ke Kementerian PUPR sudah menyampaikan dan meminta agar recovery bencana terkait infrastruktur bisa diperhatikan, dibantu untuk Kabupaten Cianjur ini terutama banyak sekali rumah yang roboh," katanya.

Neng Eem juga mendesak Kementerian PUPR menemukan teknologi konstruksi tahan gempa untuk mengantisipasi hancurnya bangunan akibat guncangan besar. Pasalnya, berkaca pada gempa kemarin hampir semua dari ratusan korban meninggal lantaran tertimpa tanah dan bangunan.

"Kita akan mendorong, saya juga mendesak PUPR menemukan tekhnologi konstruksi yang tahan gempa, terutama untuk bangunan-bangunan, kalau tidak ada minimal meminimalisir," tegas Neng Eem.

Sekretaris Fraksi PKB di MPR itu, mengatakan secara pribadi dirinya sudah berkomunikasi dengan Kementerian PUPR dan Basarnas untuk segera mengirim bantuan ke lokasi bencana. Saat ini, Neng Eem masih memantau secara langsung bantuan dan perkembangan evakuasi di Cianjur.

Halaman
Reporter: Wanto
Editor: Winoto
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar