JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polisi menemukan sebuah lilin dan kapur barus di dalan rumah satu keluarga yang ditemukan tewas mengenaskan sudah dalam keadan membusuk di Komplek Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat.
Hal tersebut diungkapkan Roy (33) tetangga korban yang rumahnya berjarak hanya 15 meter dari rumah korban.
"Di dalam rumah korban itu polisi ngamanin satu lilin sama kapur barus. Kapur barusnya itu banyak ya," ujarnya kepada poskota.co.id di lokasi, Jumat (11/11/2022).
Roy menceritakan, lilin tersebut diduga sengaja sudah dipersiapkan lantaran rumah tersebut memang sejak Agustus 2022, aliran listrik mau diputus oleh PLN.
"Mungkin lilinnya emang udah disiapin, karena tanggal 31 Agustus itu PLN sempat mau mutus listrik, tapi sama ketua RT gak dibolehin dulu," paparnya.
Menurut Roy, satu keluarga tersebut merupakan pribadi yang sangat tertutup.
Dia mengaku terakhir berinteraksi dengan keluarga korban pada tahun lalu.
"Tapi memang sering keluar, ya paling pergi doang abis itu pulang," jelasnya.
Sementara itu, terkair kapur barus yang ditemukan, dia mengatakan kapur barus tersebut diduga sengaja dibeli untuk menghilangkan bau.
"Katanya itu semacam formalin ya kata polisi, buat ngilangin bau," tuturnya.
Menurut Roy, saat ditemukan, tiga jenazah yakni Rudianto (71), Margaret (68) pasangan suami istri, dan adik Rudianto, Budianto (69) sudah dalam keadaan kering.
Sementara jenazah anaknya, Dian (40) diduga masih belum terlalu lama.
Sebab kondisi jenazah berbeda dengan ketiga jenazah lain.
"Jadi tiga orang itu kayak udah lama, kering itu. Sampai keliatan tulang lah gitu. Nah anaknya yang namanya Dian masih basah (jenazahnya). Keringnya kering banget," bebernya.
Ketua RT 07 RW 15, Asiung mengatakan bahwa satu keluarga tersebut rencananya akan pindah rumah.
Bahkan korban bernama Dian sempat ditanya perihal penjualan rumah.
"Saya sempat komunikasi itu di bulan September saya tanya ke Dian, apakah rumah kamu terjual? Dia jawab udah," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Jumat.
Bahkan, pada bulan Oktober 2022, pihak PLN sempat datang ke rumah korban untuk memutus listrik.
Saat itu petugas PLN datang untuk memberikan peringatan.
"Dia ada tunggakan PLN dan dia langsung ke petugas PLN karena ada program dari PLN Jakarta-Tangerang apabila ada tunggakan itu biasanya petugas yang menangani. Jadi komunikasi dengan petugas, dia ada komunikasi dengan petugas PLN pada 4 Oktober terakhir. Komunikasi dengan saya terakhir itu 5 september anaknya Dian," terangnya.
Asiung menyebut, sejauh ini pekerjaan keluarga tersebut tidak diketahui.
Dia hanya sering melihat anak dan ibunya kerap pergi ke pasar saat pagi hari, setelah itu masuk rumah.
"Tidak jelas (pekerjaannya), paling sehari-hari keluar ibu sama anaknya ke pasar sebentar terus pulang lagi itu seperti itu," ucapnya.
