ADVERTISEMENT

Obrolan Warteg: Sinyal Politik Capres

Rabu, 9 November 2022 06:31 WIB

Share

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

BEBERAPA kali Presiden Jokowi berpesan kepada partai politik agar hati-hati dalam memilih capres dan cawapres 2024. Meski hati-hati, tapi jangan terlalu lama mendeklarasikan karena pemilunya sudah dekat, tinggal setahun lagi. Tepatnya 14 Februari 2024.

Pesan itu disampaikan ketika menghadiri ulang tahun parpol, terakhir saat perayaan HUT ke-8 Partai Perindo di JHC, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2022).

Hal serupa disampaikan dua pekan lalu ketika menghadiri puncak HUT ke-58 Partai Golkar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (21/10/2022).

Hal yang tak jauh berbeda, konon, disampaikan juga pada suatu acara PDIP.

“Intinya ada dua pesan, yang pertama hati-hati memilih capres-cawapres. Yang kedua, jangan terlalu lama, bila perlu segera dideklarasikan,” kata mas Bro mengawali obrolan warteg sambil maksi bersama sohibnya, Yudi dan Heri.

“Sepertinya begitu. Meski keputusan memilih dan menentukan paslon capres-cawapres adalah hak prerogatif masing-masing parpol, tetapi sinyal politik yang disampaikan Presiden bukan tanpa alasan,” kata Yudi.

“Jika cepat dan tepat mendeklarasikan capres bisa mengerek elektabilitas parpol yang bersangkutan. Selain itu, memperkuat jalinan koalisi agar memenuhi Presidential Threshold,” ujar mas Bro.

“Sebaliknya, jika tidak tepat memilih sosok capres, akan menurunkan tingkat elektabilitas parpol,” tambah Heri.

“Ini salah satu alasan mengapa harus tepat waktu dan sasaran. Tepat capresnya, tepat pula momennya. Cepat dan tepat. Dengan lebih cepat akan memiliki banyak waktu konsolidasi meraih kemenangan,” kata mas Bro.

“Ini tantangan sekaligus peluang bagi parpol yang belum menentukan capresnya. KIB belum, PDIP masih menunggu waktu,” ujar Yudi.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT