ADVERTISEMENT

Hina Petugas Imigrasi Soekarno-Hatta, Dua WNA Asal Australia dan Jepang Dideportasi

Sabtu, 22 Oktober 2022 13:42 WIB

Share
Dua WNA dideportasi karena menghina petugas Imigrasi Soekarno-Hatta. (foto: ist)
Dua WNA dideportasi karena menghina petugas Imigrasi Soekarno-Hatta. (foto: ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dua Warga Negara Asing (WNA) berinisial MD asal Australia dan MT asal Jepang yang melakukan tindak kekerasan serta pelecehan terhadap petugas Imigrasi Soekarno-Hatta, akhirnya dideportasi.

Deportasi dilaksanakan melalui Terminal 3 Keberangkatan Internasional, Bandara Soekarno-Hatta.

Kedua WNA tersebut di deportasi menggunakan pesawat Qantas Airways menuju Melbourne melalui Sydney. MD dan MT merupakan pasangan suami istri yang sebelumnya melakukan kekerasan dan pelecehan terhadap petugas Imigrasi Soekarno-Hatta dengan melempar amplop.

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Muhammad Tito Andrianto, mengatakan kejadian pelecehan tersebut berlangsung pada tanggal 17 Oktober 2022.

"Saat itu keduanya diperiksa terkait overstay atau kelebihan masa dari izin tinggal yang seharusnya. Karena kejadian tersebut, keduanya diperiksa lebih lanjut oleh Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta," kata Tito, Sabtu 22 Oktober 2022.

Namun, lanjutnya, keduanya terus menunjukkan emosi kemarahannya melalui pelecehan verbal hingga mengacungkan jari tengah.

"Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta kemudian memberikan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa pendeportasian dan memasukkan nama yang bersangkutan dalam daftar tangkal," sebutnya.

Tito mengaku upaya tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dan mediasi dengan beberapa pihak seperti Kedutaan Besar Australia dan Jepang di Indonesia, Kementerian Luar Negeri, hingga Kepolisian.

Namun, kata Tito, lantaran mempertimbangkan rasa kemanusiaan bahwa yang bersangkutan membawa dua anak balita. Selain itu, keduanya juga mengakui kesalahannya dan telah menyampaikan permintaan maafnya terhadap petugas imigrasi dan pemerintah Indonesia.

"Maka dari itu kami juga tidak melanjutkannya ke jalur hukum. Kami sudah memaafkan dan ini juga merupakan rasa kemanusiaan kami mengingat keduanya membawa anak yang masih balita, keduanya juga sudah mengaku salah dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali," tutup Tito. (iqbal)

ADVERTISEMENT

Reporter: Muhammad Iqbal
Editor: Cahyono
Sumber: -

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT