Tragedi Kanjuruhan, KPAI Minta Lembaga Pelayanan Juga Fokus Menolong Anak-anak yang Jadi Korban untuk Kurangi Hal Buruk

Minggu, 2 Oktober 2022 13:55 WIB

Share
Detik-detik sebelum terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (Foto: Tangkaoan layar video.)
Detik-detik sebelum terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (Foto: Tangkaoan layar video.)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), meminta kepada lembaga pelayanan yang menangani kasus tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang untuk juga fokus menolong anak-anak untuk mengurangi hal buruk yang akan dihadapi anak.

Komisioner KPAI, Jasra Putra mengatakan, dengan beredarnya foto-video tentang situasi anak-anak di tengah lautan massa yang tak terkendali bersama orang tua mereka, ada yang di gandeng, di gendong, dengan paparan pemukulan, kekerasan, teriakan-teriakan, perihnya asap gas air mata, massa yang panik, melawan arus massa demi mencari selamat tentunya harus direspons dengan pemberian pelayanan maksimal bagi para korban.

"Kemudian, lembaga layanan yang tersedia bisa jemput bola, untuk menolong situasi anak dan keluarga, yang masih perawatan, agar segera bisa di dampingi dan direspon baik dalam rangka mengurangi hal yang lebih buruk dihadapi anak," ujar Jasra dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).

Atas segala hal yang terjadi dalam tragedi berdarah itu, tentunya pasca kejadian tersebut akan membawa dampak kejiwaan yang berat bagi anak, apalagi bila disertai peristiwa terpisah dengan orang tua, kehilangan orang tua, atau kehilangan saudaranya.

"Oleh karena itu, panitia dapat memberikan data kepada para petugas yang merespon situasi darurat di sana, agar bisa dirintis pusat informasi crisis center dalam penelusuran pencarian korban dan data keluarga, menerima laporan keluarga korban, menerima anak-anak yang mungkin terpisah dari keluarga, atau anak-anak yang ditinggal orang tua karena meninggal," papar dia.

Selain itu, Jasra menambahkan, bahwa sepakbola adalah tontonan keluarga, untuk itu penting menghadirkan sepakbola yang ramah anak. Sebab, ketika anak masuk di acara dengan sebutan supporter, tentu ada perlakuan khusus, seperti edukasi, mitigasi dan pengurangan resiko bagi orang tua yang membawa anak di stadion.

"Dan tentu mereka tidak siap jika tiba-tiba harus berhadapan dengan gas air mata dan kekerasan. Lain dengan mereka yang biasa berdemonstrasi telah mempersiapkan diri ketika banyak gas air mata," ucapnya.

"Bagi KPAI, saat ini mari bergerak dengan maksimal untuk para korban, sepakbola adalah keluarga, tontonan keluarga, jiwa keluarga. Sehingga dalam peristiwa ini, kekeluargaan dalam sepakbola jangan hilang, saatnya terpanggil sebagai keluarga sepakbola, membantu para korban dan mengurangi beban penderitaan," turup Jasra.

Sebagai informasi, sebanyak ratusan orang tewas dalam insiden kerusuhan supporter yang terjadi dalam laga derbi Jawa Timur antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Polisi mencatat, ada sekitar 180 orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit. Dengan catatan terkini jumlah korban tewas mencapai sebanyak 130 orang.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar