Ke Dukun Ingin Bebas Utang Kok Malah Dipaksa Goyang

Minggu, 2 Oktober 2022 05:44 WIB

Share

Dukun itu soal yang syahdu-syahdu pasti tekun. Contohnya Mat Komar, 60, dari Jepara (Jateng) ini. Ada pasien pengin segera lunas utang, kok syaratnya harus mau digoyang.

Sebetulnya janda Suwarni, 40, menolak. Tapi karena diancam rejekinya akan ngedrop, akhirnya ya…..masuk Pak Eko! Cuma akhirnya dukun cabul itu ditangkep.

Dukun kata orang Jawa, asal udhu pasti rukun. Tapi dalam Bahasa Indonesia, ternyata dukun itu akronimnya: soal syahdu pasti tekun! Masalahnya, jika lihat di Mbah Google, begitu banyak dukun/paranormal terlibat soal begituan. Pasien dinodai mengataskanaman ritual pengobatan atau terapinya. Padahal aslinya, bukan untuk mengobati tetapi menikmati…….

Mat Komar paranormal dari Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, sekali tiga uang. Ketemu pasien cantik pikirannya jadi ngeres, mikir macem-macem, bagaimana caranya bisa menikmati tubuh mulus itu pasien. Dengan mengatasnamakan terapi pengobatan, biasanya pasien langsung bertekuk lutut dan berbuka paha.

 

Akan halnya janda Suwarni, sebetulnya bukan pasien baru. Beberapa waktu yang lalu dia pernah berobat ke Mbah Mat Komar dengan keluhan sakit perut tak kunjung sembuh. Ditangani Mat Komar, ternyata penyakit di perut Suwarni bisa dienyahkan dan tak pernah kumat kembali.

Setelah tak ada suami, Suwarni memang sumber penghasilannya jadi terganggu. Pensiunan suami tak cukup untuk hidup sebulan. Usaha ini itu mentok melulu, sehingga terlibat pinjaman berbunga, meski bukan pinjol. Gara-gara banyak utang ini, Suwarni jadi nggak bisa tidur, karena sering didatangi debt kolektor yang suka bikin terror.

Dalam kondisi kepepet Suwarni jadi ingat pada dukun Mbah Mat Komar yang dulu pernah mengobati keluhan perutnya. Tiba di rumah Mbah Dukun si janda yang lumayan cantik itu langsung diterapi. Disuruh mandi kembang dengan kondisi telanjang dan dipandu Mbah Mat Komar.

 

Meski usia sudah kepala enam, soal wanita cantik rupanya Mbah dukun masih sensitip juga. Karenanya begitu melihat bodi Suwarni yang masih sekel nan cemekel, langsung jadi gagal focus. Pilihan ada dua, mengobati atau menikmati? Setan pun merekomendasikan untuk menikmati. “Gue sendiri kalau bukan setan, sudah kulibas janda itu,” kata setan memberi semangat pada Mbah Mat Komar.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar