"Untuk di depan Gedung DPR ada kelompok Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan BEM Seluruh Indonesia dengan estimasi sekitar 1.000-2.000 massa aksi," paparnya.
Terkait dengan rekayasa lalu lintas (lalin), ucap dia, akan diterapkan secara situasional dengan melihat perkembangan dan kondisi terbaru di lapangan nanti.
"Untuk rekayasa lalin situasional, karena area depan Gedung DPR juga cukup luas mudah-mudahan massa tidak sampai menutup ruas Jalan Gatot Subroto," tutur Komarudin.
Selain itu, dia juga mengimbau kepada para massa aksi untuk tetap tertib dan mematuhi peraturan perundang-undangan dalam menyampaikan aspirasinya di muka umum.(Adam)