Agar Indonesia Tak Hanya Jadi Pasar, Mendag Zulhas Minta Produk UMKM Kuasai Negara Luar

Selasa, 27 September 2022 15:48 WIB

Share
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan. (foto: ist)
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan. (foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berharap dunia akademisi mampu melahirkan gagasan cemerlang dalam menghadapi tantangan global agar Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

Berbagai terobosan harus dipikirkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar dan bergantung pada negara lain.

"Diharapkan kampus menjadi tempat berdiskusi untuk kemajuan Indonesia. Jika kita tidak bersiap diri maka Indonesia hanya akan menjadi pasar hanya tergantung dari negara lain. Oleh karena itu, saya mengajak para akademisi untuk berdiskusi agar Indonesia lebih produktif," jelas Mendag dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa 27 September 2022.

Zulhas sapaan akrab Zulkifli Hasan mengatakan, jika ingin menjadi negara maju pada 2045, Indonesia harus menyerbu pasar dunia.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan telah membuka pasar, salah satunya melalui persetujuan dagang dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Melalui negara ini, kata Zulhas, Indonesia dapat menyerbu pasar besar di negara-negara kawasan Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah, Afrika, Eropa Timur, hingga Amerika Selatan.

"Karena itu, saya buat ‘tollway’-nya agar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); pertanian, dan semua produk dari Indonesia bisa menyerbu pasar global," ucapnya.

Tak hanya itu, kata Zulhas, agar pasar dalam negeri Indonesia kokoh, Kementerian Perdagangan juga mengundang pelaku usaha besar untuk membantu pelaku usaha di daerah. Di antaranya dengan menyuplai produk untuk kebutuhan masyarakat di daerah.

"Pelaku usaha besar juga diharapkan dapat melakukan ekspansi ke negara lain," imbuhnya.

Mendag Zulhas juga menyampaikan, Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa, khususnya sumber daya manusia kreatif yang tidak kalah dengan negara lain. (wanto)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar