Obrolan warteg: Ganjar – Anies Wajib  Romantis

Jumat, 23 September 2022 06:00 WIB

Share
Obrolan warteg: Ganjar – Anies Wajib  Romantis

BURSA capres 2024 masih menjadi tema obrolan warteg hari ini. Entah mengapa, belakangan ini mas Bro, aktivis obrolan warteg ini lebih memilih bicara soal politik, ketimbang ekonomi.

Alasannya, soal ekonomi masih statis, belum menjanjikan karena awan gelap dan hantu ancaman krisis terus bergentangan sekitar kita.Sedangkan urusan politik begitu dinamis, setidaknya bisa menonton drama perdebatan. Debat mempertahankan pendapat, yang menurut para aktornya, paling benar mengenai capresnya yang paling menjanjikan, sementara capres di seberang sana, penuh keburukan.

“Itulah dinamika politik yang belakangan mewarnai ruang publik,”

 kata mas Bro selagi maksi di warteg bersama sohibnya, Yudi dan Heri.

“Tapi anehnya bakal capres yang sering disentil memiliki elektabilitas tinggi, masuk 3 besar, seperti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan,” tambah Yudi.

 

Seperti sering diulas dalam pemberitaan, Anies ditelikung oleh pihak – pihak yang selama ini merasa berseberangan atau menarik garis pembatas. Tak hanya kritikan, kadang dibully dengan memberikan stigma negatif kepada Anies. Satu di antaranya, jika negara kita dipimpin Anies akan mengalami kemunduran.

Lan lagi dengan Ganjar Pranowo.Terpaan paling kencang, bukan datang dari eksternal, tetapi internal partainya, PDIP. Sering dikatakan sebagai kader “kemajon”, ambisius nyapres. Belum ada rekomendasi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk maju sebagai bakal capres, tetapi dinilai sudah bergerak jauh melakukan pencitraan.

Meski elektabilitas teratas, tetapi masih harap – harap cemas. Posisi Ganjar dan Anies masih menggantung di tangan parpol pengusungnya. Haruskah Anies dan Ganjar berkolaborasi agar punya nilai jualnya semakin tinggi.

“Boleh juga Ganjar – Anies menebar kemesraan menjadi pasangan yang romantis agar publik semakin optimis, “ kata mas Bro.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1 Komentar