Sebut Pemilu 2024 Tidak Jujur, Pilpres Hanya 2 Pasangan Capres-Cawapres Sesuai Pesanan Penguasa, SBY Lebay

Senin, 19 September 2022 20:14 WIB

Share
Kolase foto SBY dan rusun mangkrak lokasi syuting Pengabdi Setan 2 (Foto: Twitter/Miduk17/TeddyGusnaidi)
Kolase foto SBY dan rusun mangkrak lokasi syuting Pengabdi Setan 2 (Foto: Twitter/Miduk17/TeddyGusnaidi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PDI Perjuangan (PDIP) membantah tudingan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut Pilpres 2024 diatur hanya dua pasangan capres-cawapres.

Politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno menyebutkan penilaian SBY itu berlebihan alias lebay. Sebab menurutnya, partai punya kemampuan untuk menentukan nasibnya sendiri di Pemilu.

"Dugaan yang masuk akal, tetapi berlebihan atau lebay," ujar Hendrawan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, (19/9/2022).

Hendrawan menjelaskan, pernyataan SBY bisa jadi masuk akal karena konsolidasi kerja sama antarparpol bisa mengarah ke rencana tersebut.

"Tetap lebay karena bertolak atas anggapan bahwa partai tidak memiliki otoritas untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya sendiri," ujar anggota DPR itu.

Hendrawan pun berharap, Presiden ke-6 RI itu berhenti memberikan dugaan yang seolah menuding partai politik penguasa 'bermain' demi kepentingan elektoral partainya.

Hendrawan mengingatkan spekulasi-spekulasi seperti itu justru akan menguras energi bangsa.

"Saya berharap prasangka atau dugaan-dugaan yang lahir dari positioning parpol untuk kepentingan elektoral, tak perlu diproduksi terus menerus. Selain mencitrakan demokrasi sama dengan ajang konspirasi, dugaan-dugaan spekulatif tersebut akan menguras energi dan modal sosial bangsa," tegas Hendrawan.

Sebelumnya, SBY mengaku menerima informasi bahwa Pemilu 2024 mendatang akan diatur hanya untuk dua pasangan capres-cawapres saja.

Dugaan itu disampaikan SBY kepada kader Partai Demokrat saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 15 September.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar