Selain Tanam Kopi, Mantan Napiter di Pandeglang Olah Pupuk Organik dari Limbah FABA

Jumat, 26 Agustus 2022 10:00 WIB

Share
Kepala Kesbangpol Pandeglang, tengah saat diwawancarai wartawan. (Ist).
Kepala Kesbangpol Pandeglang, tengah saat diwawancarai wartawan. (Ist).

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah Mantan Narapidana Terorisme (Napiter) yang tergabung dalam Koperasi Bina Insaf Mandiri (BIM), berhasil memproduksi pupuk organik dari limbah FABA (Fly Ash Bottom Ash) atau abu sisa hasil pembakaran batu bara. 

Para mantan napiter tersebut kini tengah membuka lahan perkebunan seluas 50 hektar di kawasan Gunung Karang tepatnya di Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang untuk menanam kopi. 

Untuk  pemenuhan kebutuhan pupuknya, para mantan napiter tersebut mengolah  limbah hasil pembakaran batu bara menjadi pupuk organik, di bawah binaan Koperasi Bina Insaf Mandiri, yang merupakan binnas dari Densus 88 Mabes Polri.

Ketua Koperasi Bina Insaf Mandiri, Badri Wijaya mengatakan, pembuatan pupuk organik ini berawal dari sulitnya mendapatkan pupuk kimia untuk menyuburkan tanaman kopi. 

"Maka kita membuat pupuk organik yang diolah dari Faba atau limbah hasil pembakaran batu bara," ungkapnya, Jum'at (26/8/2022).

Faba merupakan limbah hasil pembakaran batu bara dari PLTU, maka diolah menjadi bahan bermanfaat seperti pupuk organik. Terlebih karena kondisi pupuk tengah mengalami kelangkaan.

"Alhamdulilah hasil uji coba membuat pupuk dari limbah FABA sebanyak 4 ton berhasil dibuat. Sekalipun limbah, semuanya baik dari segi uji coba," katanya.

Setelah semua uji laboratorium dinilai aman, selanjutnya akan dilakukan produksi pupuk organik secara massal. Selain untuk memenuhi kebutuhan kebun kopi seluas 50 hektar tetapi juga memenuhi kebutuhan pasar. 

"Insyaallah kita akan produksi massal. Untuk tempat produksi dari PT Indonesia Power sudah menjanjikan memberikan tempat di luar PLTU," ujarnya.

Memproduksi pupuk organik dari limbah FABA lanjut dia, sebaiknya memang jauh dari PLTU atau tepi pantai. Kalau di PLTU hasil produksinya kurang maksimal karena kadar airnya tinggi. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar