Ternyata, Indonesia Tak Masuk 10 Besar Negara Produsen Industri Halal Dunia, Kok Bisa?

Jumat, 5 Agustus 2022 20:11 WIB

Share
Ternyata, Indonesia Tak Masuk 10 Besar Negara Produsen Industri Halal Dunia, Kok Bisa?
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Ist).

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyayangkan Indonesia tidak masuk sebagai 10 besar negara produsen industri halal dunia. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Mestinya, kata Erick, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang besar terhadap perekonomian syariah serta ekosistem industri halal.

“Mau sampai kapan market kita hanya menjadi sumber bagi pertumbuhan ekonomi negara lain? 10 besar kita tidak masuk, malah yang masuk Brasil, Amerika Serikat (AS), bahkan Taiwan. Ini harus menjadi intropeksi kita bersama,”jelas Erick dalam keterangannya, Jumat, (5/8/2022).

Selama ini, Erick mengatakan, Indonesia justru hanya menempati peringkat keempat sebagai negara dengan konsumsi produk halal dunia.

Karena itu, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini pun bertekad menjadikan Indonesia sebagai pemain besar dalam industri halal dunia. Mengingat market dan sumber daya yang dimiliki Indonesia sangat besar.

“Jangan sampai bangsa kita hanya menjadi market bagi negara lain, jangan sampai bangsa kita hanya jadi penonton. Inilah yang harus kita rajut dan perkuat,” ujarnya.

Erick menyebut hal ini selaras dengan tema ulang tahun MES ke-22 yakni akseleratif, kolaboratif, dan kontributif.

Erick berkeyakinan MES dapat membangun sistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif serta mampu menjadi pendorong bagi wirausaha-wirausaha muslim untuk menjadikan muslimpreneur yang produktif, menjadi roda penggerak umat di Indonesia.

Untuk merealisasikan dan mengakselerasikan hal tersebut, ucap Erick, MES bersama BUMN dan masyarakat harus bisa bergotong-royong dan berkolaborasi sehingga kita bisa bersama-sama dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang lebih besar lagi bagi bangsa dan masyarakat.

Dengan gotong-royong, Erick optimistis umat yang mayoritas di negeri ini tidak hanya menjadi buih, melainkan sebagai ombak dalam ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar