Bayangin Deh, Hanya Berjualan Mie Ayam Keliling, Tarjo Bisa Raup Rp 13,5 Juta, Kiatnya Sederhana Semua Orang Bisa

Jumat, 5 Agustus 2022 03:53 WIB

Share
Tarjo Pedagang mie ayam keliling
Tarjo Pedagang mie ayam keliling

APABILA buka usaha diawali dengan niat  baik, biasanya akan baik juga hasilnya. Selain itu harus dibarengi dengan kerja keras dan doa tentunya. Hal ini yang dilakoni oleh Tarjo, pedagang mie ayam keliling di kawasan Bulak Poncol, Jati Makmur, Pondok Melati, Bekasi.

Pria asal Wonogiri ini selama dua puluhan tahun lebih memilih menjual masakan mie ayam dengan cara berkeliling menggunakan gerobak. Tarjo merasa nyaman berdagang keliling dari pada mangkal. Sebab, lebih baik mengejar rezeki (keliling) dari pada menunggu rezeki (mangkal) di satu tempat.

"Kalau mangkal  saya nggak betah. Lebih asyik berkeliling dalam mencari rezeki. Kalau mangkal, kesannya menunggu. Biar lebih capek, tapi lebih asyik," katanya.

Tarjo seharinya mengaku bisa menjual mie ayam sebanyak  45 mangkok dengan harga per mangkok Rp10.000. "Sehari kotornya bisa Rp.450.000,- kadang lebih, ya kadang kurang. Lihat situasi dan kondisi saja," kata bapak satu anak kelahiran Wonogiri, 8 Desember 1983 ini. Dengan penghasilan Rp 450.000 sehari, maka dalam sebulan Tarjo bisa mengantongi uang Rp 13,5 juta, atau setara dengan gaji manajer muda.

Sebelum berdagang mie ayam, Tarjo sempat mengadu nasib di Surabaya. Tiga tahun di kota Pahlawan itu, dia banting stir  ke Jakarta. "Ternyata, saya tidak bisa bertahan di Surabaya. Jakarta lebih menjanjikan. Kini di Bekasi berdagang mie ayam keliling sudah nyaman," ucapnya.

Sebelum menjadi pedagang mie ayam, Tarjo sempat bekerja sebagai pengantar air minuman keliling, tapi nasibnya kurang beruntung. Begitu berganti profesi sebagai pedagang mie ayam keliling, langsung jatuh cinta dan tak mau berganti profesi.

"Ya. Nggak mungkin ganti kerjaan lain. Jadi pedagang mie ayam sudah nyaman," kata Tarjo dengan mantap.
Sebagai pedagang  mie ayam keliling, Tarjo  sudah memiliki pelanggan yang loyal sehingga begitu ketungannya berbunyi, maka konsumen langsung mendekatinya. Untuk itu, Tarjo tetap  menjaga kualitas mie ayamnya. Rasa tetap dipertahankannya.  Karena dengan rasa yang enak dan nikmat, membuat konsumen seperti dimanjakan. (rizal)

Reporter: Rizal Siregar
Editor: Tatang Suherman
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar