BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Empat bulan berjalan, para petani di Desa sukaringin, Sukawangi, Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan hingga gagal panen.
Hal ini diungkapkan warga sekitar di RT 013 RW 02 bernama Muhammad Ali (30).
Sejak awal tahun hingga Agustus 2022 ini, ia menjelaskan ladang atau persawahan para petani mengalami kekeringan air hingga gagal panen.
"Gak bisa pokoknya mati dah para petani semua muanya, perkebunan palawija gak jalan, airnya itu susah (jadi gagal panen)," ujar Muhammad Ali, Rabu 3 Agustus 2022, siang.
"Satu tahun sawah dua musim, jadi kurang lebih empat bulan (tidak) merasakan panen," sambungnya
Adapun sebenarnya ia menyebut terdapat aliran kali Cikarang yang memang dijadikan pemanfaatan aliran air ke persawahan milik para petani.
Namun, kondisi kali Cikarang tersebut kini tersendat dengan banyaknya jenis sampah hingga tanaman liar yang menjalar menyumbat aliran air.
Sedangkan Ali menganalisa bila sampah-sampah tersebut datang dari Perumahan warga di Cikarang.
"Menurutnya saya aliran perumahan air kali Cikarang, kaya warnga perumahan warga Cikarang tuh, terhambat, airnya gak jalan, gak banjir aja di Cikarang Alhamdulillah," kata Ali.
Masyarakat kecamatan Sukawangi yang mayoritas berprofesi sebagai petani, kini resah tak memiliki aliran air untuk disalurkan ke persawahan.
"Disini Masyarakat 99 persen petani, bercocok tanam, kayak padi, palawija, kacang, kacang panjang, timun," ungkapnya.