Ada Oknum Penunggang Motor Sport yang Jadi Intel, Razia Prostitusi Pinggir Kali Sekretaris Selalu Gagal

Rabu, 20 Juli 2022 06:00 WIB

Share
Ilustrasi prostitusi. (Karikaturis: Poskota/Suroso Imam Utomo)
Ilustrasi prostitusi. (Karikaturis: Poskota/Suroso Imam Utomo)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Prostitusi pinggir Kali Sekretaris, yang berlokasi di Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, masih marak dan sulit untuk diberantas. Diduga ada oknum petugas yang jadi beking pelacuran liar tersebut. Sehingga setiap kali dilakukan penggerebekan, tempat tersebut sudah sepi dari wanita seksi yang menjajakan diri di pinggir jalan. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Satpol PP Kecamatan Cengkareng, Rusliyanto. Sejauh ini, pihaknya rutin melakukan patroli di tempat tersebut. Namun, setiap kali dirazia, wanita PSK yang biasa mangkal di lokasi itu, tiba-tiba kosong. Rusliyanto menduga, ada oknum yang membocorkan informasi akan adanya razia tersebut. "Berapa kali kita razia di situ. Setiap melakukan patroli, itu memang mereka (PSK) udah pada kabur," ujarnya kepada Poskota. 

Rusliyanto bercerita, pernah suatu waktu pihaknya akan melakukan penggerebekan. Tiba-tiba, ada sebuah motor sport yang berada di sekitar lokasi. Motor sport itu ditunggangi seorang laki-laki. Nah, pria pengendara motor sport tersebut diduga merupakan oknum yang jadi beking prostitusi di wilayah tersebut. 

"Saat motor sport itu jalan di sepanjang pinggir kali, tempat para PSK mangkal, itu sebagai tanda bahwa akan ada patroli atau razia. Kalau motor itu lewat, para PSK pasti udah langsung pada hilang," jelas Rusliyanto. 

Mirisnya lagi, lanjut Rusliyanto, petugas Pol PP pernah menangkap satu PSK. Ternyata, ada suaminya yang berada tak jauh dari lokasi. Artinya, ada indikasi yang mengarah ke perdagangan manusia. 

"Bahkan pernah kami temukan, ternyata PSK itu ada suaminya. Ikut mengawasi. Artinya, terindikasi ada perdagangan orang. Pernah kita temui seperti itu," ungkapnya. 

Masalah lain yang dihadapi Satpol PP, karena para PSK tersebut mencari pelanggan di pinggir jalan, namun eksekusinya kerap menyewa hotel transit. "Hotel itu kan tempat umum ya. Kita gak bisa langsung masuk begitu saja. Kecuali di situ (hotel) menjadi tempat transaksi juga. Ini kan transaksinya di luar, di jalan. Kalau di dalam itu kan hotelnya umum, bukan hotel syariah. Di situ kesulitan kami," bebernya. 

Namun demikian, Rusliyanto memastikan, pihaknya akan terus rutin melakukan patroli di lokasi tersebut. Meski kerap kali harus kucing-kucingan dengan para PSK. 

Pantauan Poskota di lokasi menemukan fakta berbeda. Kebanyakan para PSK yang biasa mangkal di pinggir Kali Sekretaris, melayani pelanggannya di sebuah kamar di dalam warung kelontong. Bukan di hotel. 

Deretan warung kelontong itu, hanya berjarak sekitar 10 meter dari tempat mereka mangkal. "Rp200 ribu kalo mau. Nanti main di kamar. Kamarnya di situ, di dalam warung itu. Iya, di situ ada kamar. Itu udah full service," ucap M (34), selah seorang PSK. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar